Pil Obat Sakit Perut Cap Lang

Friday, February 23, 2007

Bila mendengar brand "Cap Lang", maka asosiasi saya langsung merujuk ke minyak kayu putih atau minyak angin "Cap Lang" yang mungkin telah menjadi brand yang legendaris di kategori minyak gosok. Beberapa produk lain juga diberi brand "Cap Lang" antara lain balsem, inhaler, dan minyak telon. Namun, beberapa waktu terakhir saya melihat Pil Obat Sakit Perut Cap Lang dikomunikasikan ke pasar dengan iklan TV (TVC) maupun dengan BusAd.

Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa meluncurkan obat yang dipositioningkan sebagai obat sakit perut ? Saat ini pasar telah semakin niche, kebutuhan orang semakin spesifik, termasuk untuk obat-obatan. Dulu mungkin orang hanya mencari obat sakit perut, tapi saat ini orang sudah dapat mendefinisikan sakit perut sebagai sakit maag, diare, ataupun kembung karena masuk angin. Hal itu terjadi karena pasar sudah meningkat pengetahuannya, maupun juga karena sudah diedukasi oleh berbagai komunikasi yang dilakukan oleh obat-obat yang beredar di pasaran. Nah ketika Cap Lang muncul dipositioningkan sebagai obat sakit perut, maka calon konsumen bertanya-tanya, "ini obat sakit perut karena apa?" .Jadi saya rasa obat sakit perut, adalah positioning yang ketinggalan jaman.

what do you think ?

posted by: Andrias Ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...

Mau Kemana LA Lights ?

Monday, February 05, 2007

Setelah sebelumnya Djarum terlihat begitu all out mengkomunikasikan Mezzo ke publik, maka akhir-akhir ini iklan LA Lights kembali muncul secara intensif tetap dengan versi Polisi (lagi) Tidur. Billboard maupun TVC LA Lights tampak kompak menampilkan versi ini.

Tapi somehow saya kok malah ingat sama iklan A-Mild ya, ataukah karena iklan LA-Lights ini memiliki tema hampir sama dengan iklan-iklannyaA-Mild yaitu berisi kritik sosial. Ketika TV menampilkan iklan LALights dimana nampak anak muda malah menikmati jalanan ber polisi tidur, awalnya saya masih merasa iklan itu sesuai dengan tagline Enjoy Aja, tapi setelah di akhir iklan dan di billboard (CMIIW) muncul tulisan kurang lebih bunyinya "Hati-hati polisi (lagi) tidur" CMIIW ingatan saya malah melayang ke "Tanya Kenapa" nya A-mild. Mungkin hal itu tidak akan terjadi bila tidak ada kata "Lagi" disitu dimana kata Polisi Tidur berbeda makna dengan Polisi Lagi Tidur.

Nah yang jadi pertanyaan, apakah memang sengaja iklan itu dibuat bermata dua, artinya di satu sisi untuk meneruskan tema Enjoy Aja, di lain sisi iklan itu juga dimaksud untuk mengganggu keunikan tema komunikasi kompetitor (A-Mild) sehingga akan mengurangi diferensiasi komunikasi dari A-Mild ?

what do you think ?

posted by : andrias ekoyuono ( andri )

picture taken from here

Baca artikel ini selengkapnya ...

Musim Hujan Juga Jadi Peluang

Thursday, February 01, 2007

"Banjir Kok Naik Sedan" , kurang lebih begitulah bunyi billboard besar yang melintang di jalan tol dalam kota Jakarta. Billboard tersebut adalah iklan dari Isuzu Panther untuk "menyambut" musim hujan. Dari isinya jelas bahwa Isuzu Panther ingin menyampaikan keunggulannya dibanding sedan dalam menghadapi jalanan yang banjir. Tema itu juga sesuai dengan tagline Isuzu Panther yaitu "Pakai Panther,Pinter!". Tentang pengaruh billboard dan rangkaian iklan itu pada penjualan Isuzu Panther di Jakarta tentu patut dilihat lebih lanjut.

Memang musim hujan adalah menu tahunan yang dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Datangnya musim hujan yang kemudian disusul banjir di beberapa wilayah juga sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat, khususnya Jakarta. Di Jakarta, apabila hujan turun, bisa dipastikan hal tersebut akan disusul oleh banjir di beberapa ruas jalan dan kemacetan jalanpun juga terjadi.

Namun sebenarnya musim hujan adalah hal yang rutin dan selalu bisa diprediksi setiap tahunnya. Maka dari itulah juga muncul peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para pebisnis seperti yang coba dimanfaatkan oleh Isuzu Panther tersebut diatas. Dari yang sederhana seperti jualan ponco/jas hujan, jualan payung,
penawaran untuk creambath yang lebih rajin, minuman hangat seperti Nutri Sari Hangat, sepatu boot bagi pengendara motor, dan banyak lagi. Saat ini jugalah para marketer mencurahkan ide-idenya untuk melakukan seasonal marketing agar momentum musim hujan ini bisa dimanfaatkan juga untuk meningkatkan penjualan. Ada yang bisa ngasih tahu barang apa lagi yang bisa diegenjot jualannya pas musim hujan ?

posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )

photo taken from here

Baca artikel ini selengkapnya ...

( Updated ) Industri Telekomunikasi Mengadopsi Sistem Sales FMCG

Monday, January 22, 2007

Saat ini industri telekomunikasi khususnya operator seluler merupakan "rising star" dalam bisnis Indonesia. Pertumbuhan pasarnya yang luar biasa di tahun-tahun terakhir ditambah lagi potensi pasarnya yang masih besar membuat makin banyak pihak yang terjun menjadi operator seluler. Saat ini sudah ada Telkom dengan flexynya, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie Telecom, Natrindo Seluler (Maxis), Hutchinson, dan Sampoerna Telekomunikasi yang bermain di GSM maupun CDMA.


Dengan jumlah konsumen yang sedemikian besar, juga tingkat penetrasi yang mencapai penjuru negeri ini, maka operator seluler tidak segan-segan mengadopsi sistem sales dari industri Fast Moving Consumer Goods ( FMCG ). Beberapa operator sudah menerapkan distribution channel yang mirip FMCG dalam mendistribusikan produknya karena penjualan kartu perdana dan voucher juga sampai ke warung/rombong kecil. Tak heran jika saat ini juga terjadi eksodus banyak profesional bidang sales ke operator seluler.

What do you think ?

posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )

photo taken from here

thanks atas saran dari Atniga Tayagih

Baca artikel ini selengkapnya ...

ME = Paris Hilton Indonesia ?

Monday, December 11, 2006

Tentu sudah banyak yang mendengar berita heboh tentang ME, ME disini tentu saja bukan "Mak Erot" yang telah menjadi legendary brand di Indonesia, tapi ME alias Maria Eva yang video mesranya bersama anggota DPR RI YZ alias Yahya Zaini beredar luas. Kemudian saat ini ME laris manis "ditanggap" oleh media, dan sepertinya tidak banyak yang menyalahkan ME atas kejadian tersebut.

Kejadian ini mengingatkan akan hebohnya video seks Paris Hilton yang mengangkat namanya. Pertanyaannya, apakah hal yang sama akan terjadi pada ME ? Apakah video itu bukan cuma melambungkan popularitas ME dalam sekejap tapi juga membuatnya jadi artis yang populer dalam jangka waktu yang lebih lama ? Tentu saja latar belakang sosial budaya yang berbeda antara US dan Indonesia menjadi pertimbangan juga.


Tapi yang jelas saya yakin ME (bahkan mungkin artis2 Indonesia lain) tidak akan sanggup mengangkat dan memperluas brandnya seperti Paris Hilton. Saat ini brand Paris Hilton sudah dipakai di :fragrance, nightclub chain, jewelry line, boutique hotel chain, dan segera menyusul produk2 lain. Bahkan Paris Hilton sendiri mengatakan ""I'm an actress, a brand, a businesswoman. I'm all kinds of stuff." Benar2 dia sudah menyadari pentingnya Personal Branding :-)

what do you think ?


photo taken from here

posted by andrias ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...

Efektifkah Bus Advertising ?

Wednesday, December 06, 2006


Setiap hari kita melihat bus kota, tak jarang di badan bus tersebut terpampang iklan-iklan tentang berbagai produk dan jasa. Iklan itu bisa juga disebut sebagai Bus Advertising .

Kalau melihat di jalan-jalan Jakarta, bus advertisment itu menampilkan mulai dari minuman, restoran, iklan layanan masyarakat, media, dll. Para pemasang iklan memandang bahwa iklan di badan bus akan cukup efektif karena bus berjalan sepanjang hari yang artinya badan bus akan dilihat oleh banyak orang di banyak tempat. Bus Advertising juga berbiaya relatif murah bila dibandingkan menyewa space billboard di jalan utama Jakarta.

Namun yang menjadi pertanyaan, berapa banyak sih orang yang memperhatikan Bus Advertising itu ? Atau kalau pertanyaannya dipertajam, Bus Advertising dari produk apa yang paling kita ingat ? Di tengah hiruk-pikuk Jakarta (dan kota lain), masih adakah Bus Advertising yang bisa menarik orang ? Saya rasa efektifitas Bus Advertising tersebut masih menjadi tanda tanya.

Menurut saya, Bus Advertising akan efektif bila dipasang di cukup banyak bus. Lebih bagus lagi bila difokuskan pada sejumlah besar bus di jalur tertentu, misalnya dipasang pada bus-bus yang melewati jalur Sudirman-Thamrin. Tidak ada artinya bila Bus Advertising hanya dipasang pada 1-2 bus saja. Tentu saja eksekusi iklannya juga harus eye-catching - sama seperti membuat billboard - karena orang hanya akan melihat sekilas pada badan bus itu. Selain itu, saya rasa Bus Advertising akan lebih bagus bila difungsikan sebagai awaraness reminder saja, bukan sebagai media pengenalan produk baru. Kira-kira ada yang pernah dengar produk yang Bus Advertisingnya saya potret di daerah Thamrin ini ?

what do you think ?

posted by Andrias Ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...

Pasar Becek Masih Jadi Pilihan

Monday, December 04, 2006

Di tengah mulai maraknya pasar modern yang terdiri dari hipermarket, supermarket, dan minimarket, pasar tradisional atau beken dengan sebutan "Pasar Becek" ternyata masih menjadi pilihan tempat berbelanja bagi banyak orang. Di pasar becek masyarakat masih bisa berbelanja dengan tawar-menawar dan harga yang relatif lebih murah daripada di pasar modern, terutama untuk sayuran, buah, dan sebagian besar jenis bahan lauk (ikan, tempe, ayam. dll).

Siapa bilang pasar becek hanya untuk konsumsi kalangan bawah ? Dari gambar yang diambil di pasar Cileungsi ini, bisa terlihat bahwa di tempat parkir pun berjejer berbagai jenis mobil, mulai dari Kijang Innova, Ford Escape, hingga sedan BMW. Kebetulan pasar Cileungsi memang berlokasi tidak jauh dari Jalan Alternatif Cibubur-Cileungsi dimana disitu terletak banyak kompleks perumahan. Rupanya masih banyak orang yang memegang prinsip "value for money". Dengan memanfaatkan hipermarket sebagai tempat belanja bulanan terutama bagi barang toiletris dan groceries, pasar becek sebagai tempat belanja mingguan seperti sayuran dan bahan lauk, serta minimarket untuk pembelian barang eceran (bila sediaan belanja bulanan habis atau kurang satu dua biji).

Terus bagaimana nasib supermarket ? Posisinya tentu makin terjepit di antara hipermarket yang super lengkap dan minimarket yang lebih dekat. Kemungkinan adalah supermarket mesti memperluas pilihan bahan belanjaan yang serupa di pasar becek, sehingga bisa menggantikan fungsi belanja mingguan dari pasar becek.

What do you think ?

posted by Andrias Ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...