Efektifkah Bus Advertising ?

Wednesday, December 06, 2006


Setiap hari kita melihat bus kota, tak jarang di badan bus tersebut terpampang iklan-iklan tentang berbagai produk dan jasa. Iklan itu bisa juga disebut sebagai Bus Advertising .

Kalau melihat di jalan-jalan Jakarta, bus advertisment itu menampilkan mulai dari minuman, restoran, iklan layanan masyarakat, media, dll. Para pemasang iklan memandang bahwa iklan di badan bus akan cukup efektif karena bus berjalan sepanjang hari yang artinya badan bus akan dilihat oleh banyak orang di banyak tempat. Bus Advertising juga berbiaya relatif murah bila dibandingkan menyewa space billboard di jalan utama Jakarta.

Namun yang menjadi pertanyaan, berapa banyak sih orang yang memperhatikan Bus Advertising itu ? Atau kalau pertanyaannya dipertajam, Bus Advertising dari produk apa yang paling kita ingat ? Di tengah hiruk-pikuk Jakarta (dan kota lain), masih adakah Bus Advertising yang bisa menarik orang ? Saya rasa efektifitas Bus Advertising tersebut masih menjadi tanda tanya.

Menurut saya, Bus Advertising akan efektif bila dipasang di cukup banyak bus. Lebih bagus lagi bila difokuskan pada sejumlah besar bus di jalur tertentu, misalnya dipasang pada bus-bus yang melewati jalur Sudirman-Thamrin. Tidak ada artinya bila Bus Advertising hanya dipasang pada 1-2 bus saja. Tentu saja eksekusi iklannya juga harus eye-catching - sama seperti membuat billboard - karena orang hanya akan melihat sekilas pada badan bus itu. Selain itu, saya rasa Bus Advertising akan lebih bagus bila difungsikan sebagai awaraness reminder saja, bukan sebagai media pengenalan produk baru. Kira-kira ada yang pernah dengar produk yang Bus Advertisingnya saya potret di daerah Thamrin ini ?

what do you think ?

posted by Andrias Ekoyuono ( andri )

10 comments:

Steve said...

Di Jepang BusAd lebih kreatif dengan memasang iklan justru di bus shelternya, serta memberi nama bus shelter tersebut dengan sesuatu yang mengingatkan kita pada produk tertentu. Saya rasa ini lebih efektif daripada pasang iklan di bus-nya sendiri yang mobile dan bikin orang lain sebel. Saat feeling kita bad, khan susah iklan masuk ke kepala kita dengan manisnya....

Visit me at http://adayatworks.blogspot.com/

Fany said...

Kalo eye-catching ya cukup efektif. Tapi kalo di Indonesia sih efektifnya gak tahan lama, soalnya dalam jangka waktu tertentu si bus itu biasanya udah kumuh. Kalo gitu siapa yg mau ngelirik...

Kalo yg lumayan efektif mgkn kayak bus bandara (sukarno hatta) itu. Jadi rata2 busnya memang bersih2, trus jalannya tidak cepet2 (baca: tidak ugal2an), dan berhentinya pun gak seenaknya.

Saya dan teman2 sering 'ngeh'-nya memang sama ads yg di bus2 bandara doank, yg laen sih blm sempet liat udah was-wus atau 'dikeroyok' calon penumpang :)

kawula alit said...

wah kesalahan paling gedi bus adv, mung masalah penampilan.. gambare mboseni, lan ora gampang di eling.. kudune pancen ono terobosan radikal, sing gampang di eling, di apali.. jajal iklan wedang tapi gambare wong udo.. ora pas ora popo, sing penting mencetak produk di pikiran publik.

matur nuwun kersa mampir dhateng blog kemproh kemprohan kula.. :)

om7ack said...

yah.. ada gunanya juga sih.
kalau bis-bis (ato bus-bus ? lidah wong jowo mas :p ) itu udah pada keliatan buluk, paling ngga dengan iklan, penampilannya jadi keliatan lebih baru :)

Laks said...

kalo gambarnya iklannya menarik pasti jadi perhatian.., kalo busnya dah kumal dan iklannya gambar dan pilihan warnanya gak menarik ya udah deh paling cuma jadi angin lalu saja ...

so... yang kreatif bikin iklannya gak peduli medianya apa kadang macam truk aja yg di gamari cewek gitu di bak belakangnya kita plototin juga .. :D

Paman Tyo said...

Saya blm prnh lihat hitungannya untuk ngukur keefektifan transit ad, lagian itu kan hanya salah satu dari media dalam sebuah kampanye produk.

Pengandaian saya sih, trasit ad di bus itu bakal dilihat justru dalam lalu lintas yang macet. :)

Selama ini yang sering membetot perhatian saya adalah bagian pantat bus. Iklan yang di situ pasti lebih kebaca drpd yang di samping apalagi di atap. Apa, atap? Dari gedung bertingkatkelihatan lho, bus mana saja yang iklannya juga mencakup atap. Iklan Bank BII (zaman Sinar Mas) dulu juga sampai di atap.

mpokb said...

itu yg di foto iklan apa ya, nggak keliatan.. saya termasuk yg suka jelalatan liatin iklan di badan bus. paling suka iklan es krim beberapa tahun lalu. busnya jadi warna-warni, seperti mainan :D

galih said...

salah satu sebab mungkin karena begitu padatnya lalu lintas di jakarta. kalau di surabaya saya rasa masih cukup efektif kok, orang masih bisa lihat. lagi pula di surabaya pemasang iklan di badan bus tidak terlalu banyak, jadi mudah diingat.

mita said...

iya, harus eye catching. aku suka sih ngeliatin bus yang penuh iklan, itung2 busnya tambah cantik, gak polosan.

Belajar dan belajar said...

BusAd kota lebih bagus daripada peti kemas, tp para desainner yang kadang kurang pas untuk memahami media apa yang akan dipakai jadi terkesan kurang eyecath, budaya seperti ini tercipta dikarenakan klien yang sering berbicara MURAH-BAGUS-CEPAT-BAYAR MUNDUR...jadi sekarang waktunya kita merubah persepsi klien..Kreativitas terbentuk apabila need & want nya ketemu....