Keamanan dan kenyamanan penumpang taksi -khususnya penumpang perempuan- adalah hal yang menjadi kekhawatiran para penumpang taksi di Jakarta. Karena sudah beberapa kali terjadi perampokan terhadap penumpang taksi seperti yang baru-baru ini terjadi.
Di Moscow,Rusia -dimana kondisi kriminalitas juga dalam taraf mencemaskan- muncul para pebisnis yang menangkap kebutuhan para perempuan akan taksi yang lebih aman bagi mereka. Adalah Olga Fomina dan dua rekannya yang mendirikan armada Pink Taxi pada Agustus 2006. Pink Taxi ini khusus ditujukan untuk penumpang perempuan. Untuk membuat penumpangnya merasa nyaman dan aman, maka supir Pink Taxi ini juga perempuan yang katanya juga bisa diajak sebagai teman ngobrol dan curhat oleh para penumpangnya. Cat mobilnya pun dibuat warna pink yang identik sebagai warna perempuan. Service para supir Pink Taxi ini juga melebar hingga mengantar jemput anak, membelikan bunga, hingga membantu belanja bulanan :-)
Bisnis yang cukup menjanjikan ternyata segera diikuti oleh Ladies Red Taxi di kota Khimki dekat Moscow. Mulai Januari 2007, Dubai juga mengoperasikan taksi khusus perempuan ini.
Bisnis Pink Taxi lahir dari demand yang ada dari target market yang jelas, sehingga melahirkan positioning yang jelas yaitu sebagai taksi khusus perempuan. Pemilihan warna pink sebagi visual identity merupakan pilihan tepat dalam mendukung positioning tersebut, juga pemilihan supir perempuan yang dipersepsikan sebagai lebih aman bagi para penumpang perempuan.
Saya rasa model bisnis Pink Taxi ini juga cukup berpeluang dikembangkan di Jakarta. Mungkin tantangannya adalah keamanan para supir wanita itu sendiri maupun munculnya taksi-taksi lain yang memiliki warna serupa (seperti yang dialami oleh Blue Bird). Di Riau malah sudah ada bus khusus perempuan.
So, what do you think ?
posted by: Andrias Ekoyuono ( andri )
Pink Taxi : Taksi Khusus Perempuan
Friday, March 23, 2007
Posted by
andri
at
9:12 AM
11
comments
Supir Bajaj Diculik Alien
Sunday, March 11, 2007
Ya begitulah kalimat menarik perhatian pembaca yang muncul di navigasi halaman muka Kompas edisi Sabtu 10 Maret 2007. Dibawahnya terdapat tulisan Pesan ini disampaikan oleh Mizone.
Bila pembaca membuka halaman 5 untuk mengikuti navigasi tersebut, maka akan ditemukan advertorial dari Mizone. Inti isinya adalah berita “Supir Bajaj Diculik Alien” adalah berita bohong, seperti halnya berita bahwa semua bahan pengawet berbahaya untuk kesehatan adalah bohong juga. Disitu dituliskan Mizone mengandung Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat yang merupakan bahan pengawet yang disetujui dan diatur penggunaannya lewat peraturan Menteri Kesehatan.
Iklan ini –meskipun terkesan terlambat- adalah jawaban atas isu bahan pengawet berbahaya yang menyerang Mizone serta mempengaruhi penjualan Mizone. Iklan versi yang mirip juga telah diperdengarkan di radio namun dengan versi “Nelayan Menikah dengan Putri Duyung”.
Yang menjadi perhatian saya bukanlah mengapa Mizone mengeluarkan seri iklan tersbut (termasuk berbagai aktifitas PR yang terkait), karena hal tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan untuk mengembalikan tingkat penjualannya. Namun bentuk iklan di Kompas itulah yang menarik perhatian saya, karena judul yang ditaruh di bagian navigasi merupakan cara unik untuk menarik perhatian pembaca. Di tengah bejibunnya iklan di berbagai media, memang cara-cara baru untuk menarik perhatian pembaca merupakan hal yang harus ditempuh agar mampu membuat iklan lebih tertancap di benak konsumen. Acungan jempol untuk tim kreatif iklan Mizone maupun kekuatan lobi dari media buyernya sehingga mendapat bentuk iklan yang unik. Mungkin bentuk iklan seperti itu juga akan diikuti oleh koran lain, termasuk korannya ndoro kakung.
Sayangnya langkah-langkah Mizone relatif terlambat dalam mengantisipasi isu bahan pengawet yang terlanjur menyebar dan menggerogoti pangsa pasarnya. Saya baru melihat kegiatan PR Mizone (antara lain melalui konferensi pers dan juga tampil di acara Empat Mata nya Tukul) untuk mengantisipasi isu negatif bahan pengawet itu setelah isu itu terlanjur menyebar luas. Kecepatan merupakan hal penting dalam mengantisipasi isu negatif yang menyerang produk kita sebelum persepsi negatif tertancap di benak konsumen. Sekali tercipta persepsi negatif, maka akan sulit menghapus secara tuntas.
What do you think ?
Posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
10:18 PM
14
comments
Produk tanpa Iklan
Friday, March 02, 2007
Di milis Marketing-Club ada bahan diskusi yang dilontarkan oleh pak Acep apakah mungkin memasarkan produk tanpa iklan ? Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan iklan oleh pak Acep ? Kalau yang dimaksud adalah produk laku tanpa diiklankan secara langsung dengan melalui printAd,TVAd,radioAd,dan semacamnya, maka banyak contohnya di sekitar kita. Kebanyakan adalah produk yang laku karena kegiatan salesmannya, word of mouth, maupun agresifitas kegiatan PR.
Contohnya adalah J.Co pada awal masa berdirinya di Indonesia. Saat itu J.Co tidak memasang iklan,namun memanfaatkan kegiatan PR dengan menciptakan berita yang layak diberitakan media maupun layak menjadi buzz word seperti berita antriannya yang cukup panjang. Akhirnya banyak orang tertarik dan membuat J.Co laku. Baru akhir2 ini saja J.Co memasang iklan untuk menyongsong masuknya Krispy Kreme sebagai kompetitor. Juga banyak bisnis tempat makan dan service lain yang laku (seperti hotel Aman Group itu) meskipun tidak beriklan.
Namun kalau yang dimaksud adalah produk yang tanpa dikomunikasikan tapi laku, mungkin saja terjadi bila produk/servicenya adalah bersifat monopoli atau tanpa kompetitor sehingga konsumen tidak dihadapkan pada pilihan. Misalnya tepung terigu di masa lalu ketika masih dimonopoli dan jalan tol. Bisa juga laku bila produk itu bersifat komoditi seperti beras, gula, dan narkoba.
Itu kira-kira pendapat saya. Ada komen lain ?
posted by: Andrias Ekoyuono ( andri )
pictures taken from here
Posted by
andri
at
9:02 AM
12
comments
Pil Obat Sakit Perut Cap Lang
Friday, February 23, 2007Bila mendengar brand "Cap Lang", maka asosiasi saya langsung merujuk ke minyak kayu putih atau minyak angin "Cap Lang" yang mungkin telah menjadi brand yang legendaris di kategori minyak gosok. Beberapa produk lain juga diberi brand "Cap Lang" antara lain balsem, inhaler, dan minyak telon. Namun, beberapa waktu terakhir saya melihat Pil Obat Sakit Perut Cap Lang dikomunikasikan ke pasar dengan iklan TV (TVC) maupun dengan BusAd.
Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa meluncurkan obat yang dipositioningkan sebagai obat sakit perut ? Saat ini pasar telah semakin niche, kebutuhan orang semakin spesifik, termasuk untuk obat-obatan. Dulu mungkin orang hanya mencari obat sakit perut, tapi saat ini orang sudah dapat mendefinisikan sakit perut sebagai sakit maag, diare, ataupun kembung karena masuk angin. Hal itu terjadi karena pasar sudah meningkat pengetahuannya, maupun juga karena sudah diedukasi oleh berbagai komunikasi yang dilakukan oleh obat-obat yang beredar di pasaran. Nah ketika Cap Lang muncul dipositioningkan sebagai obat sakit perut, maka calon konsumen bertanya-tanya, "ini obat sakit perut karena apa?" .Jadi saya rasa obat sakit perut, adalah positioning yang ketinggalan jaman.
what do you think ?
posted by: Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
8:43 AM
3
comments
Mau Kemana LA Lights ?
Monday, February 05, 2007
Setelah sebelumnya Djarum terlihat begitu all out mengkomunikasikan Mezzo ke publik, maka akhir-akhir ini iklan LA Lights kembali muncul secara intensif tetap dengan versi Polisi (lagi) Tidur. Billboard maupun TVC LA Lights tampak kompak menampilkan versi ini.
Tapi somehow saya kok malah ingat sama iklan A-Mild ya, ataukah karena iklan LA-Lights ini memiliki tema hampir sama dengan iklan-iklannyaA-Mild yaitu berisi kritik sosial. Ketika TV menampilkan iklan LALights dimana nampak anak muda malah menikmati jalanan ber polisi tidur, awalnya saya masih merasa iklan itu sesuai dengan tagline Enjoy Aja, tapi setelah di akhir iklan dan di billboard (CMIIW) muncul tulisan kurang lebih bunyinya "Hati-hati polisi (lagi) tidur" CMIIW ingatan saya malah melayang ke "Tanya Kenapa" nya A-mild. Mungkin hal itu tidak akan terjadi bila tidak ada kata "Lagi" disitu dimana kata Polisi Tidur berbeda makna dengan Polisi Lagi Tidur.
Nah yang jadi pertanyaan, apakah memang sengaja iklan itu dibuat bermata dua, artinya di satu sisi untuk meneruskan tema Enjoy Aja, di lain sisi iklan itu juga dimaksud untuk mengganggu keunikan tema komunikasi kompetitor (A-Mild) sehingga akan mengurangi diferensiasi komunikasi dari A-Mild ?
what do you think ?
posted by : andrias ekoyuono ( andri )
picture taken from here
Posted by
andri
at
9:29 AM
19
comments
Musim Hujan Juga Jadi Peluang
Thursday, February 01, 2007
"Banjir Kok Naik Sedan" , kurang lebih begitulah bunyi billboard besar yang melintang di jalan tol dalam kota Jakarta. Billboard tersebut adalah iklan dari Isuzu Panther untuk "menyambut" musim hujan. Dari isinya jelas bahwa Isuzu Panther ingin menyampaikan keunggulannya dibanding sedan dalam menghadapi jalanan yang banjir. Tema itu juga sesuai dengan tagline Isuzu Panther yaitu "Pakai Panther,Pinter!". Tentang pengaruh billboard dan rangkaian iklan itu pada penjualan Isuzu Panther di Jakarta tentu patut dilihat lebih lanjut.
Memang musim hujan adalah menu tahunan yang dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Datangnya musim hujan yang kemudian disusul banjir di beberapa wilayah juga sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat, khususnya Jakarta. Di Jakarta, apabila hujan turun, bisa dipastikan hal tersebut akan disusul oleh banjir di beberapa ruas jalan dan kemacetan jalanpun juga terjadi.
Namun sebenarnya musim hujan adalah hal yang rutin dan selalu bisa diprediksi setiap tahunnya. Maka dari itulah juga muncul peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh para pebisnis seperti yang coba dimanfaatkan oleh Isuzu Panther tersebut diatas. Dari yang sederhana seperti jualan ponco/jas hujan, jualan payung, penawaran untuk creambath yang lebih rajin, minuman hangat seperti Nutri Sari Hangat, sepatu boot bagi pengendara motor, dan banyak lagi. Saat ini jugalah para marketer mencurahkan ide-idenya untuk melakukan seasonal marketing agar momentum musim hujan ini bisa dimanfaatkan juga untuk meningkatkan penjualan. Ada yang bisa ngasih tahu barang apa lagi yang bisa diegenjot jualannya pas musim hujan ?
posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )
photo taken from here
Posted by
andri
at
7:56 AM
10
comments
( Updated ) Industri Telekomunikasi Mengadopsi Sistem Sales FMCG
Monday, January 22, 2007
Saat ini industri telekomunikasi khususnya operator seluler merupakan "rising star" dalam bisnis Indonesia. Pertumbuhan pasarnya yang luar biasa di tahun-tahun terakhir ditambah lagi potensi pasarnya yang masih besar membuat makin banyak pihak yang terjun menjadi operator seluler. Saat ini sudah ada Telkom dengan flexynya, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie Telecom, Natrindo Seluler (Maxis), Hutchinson, dan Sampoerna Telekomunikasi yang bermain di GSM maupun CDMA.
Dengan jumlah konsumen yang sedemikian besar, juga tingkat penetrasi yang mencapai penjuru negeri ini, maka operator seluler tidak segan-segan mengadopsi sistem sales dari industri Fast Moving Consumer Goods ( FMCG ). Beberapa operator sudah menerapkan distribution channel yang mirip FMCG dalam mendistribusikan produknya karena penjualan kartu perdana dan voucher juga sampai ke warung/rombong kecil. Tak heran jika saat ini juga terjadi eksodus banyak profesional bidang sales ke operator seluler.
What do you think ?
posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )
photo taken from here
thanks atas saran dari Atniga Tayagih
Posted by
andri
at
3:02 PM
2
comments