Produk tanpa Iklan

Friday, March 02, 2007

Di milis Marketing-Club ada bahan diskusi yang dilontarkan oleh pak Acep apakah mungkin memasarkan produk tanpa iklan ? Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan iklan oleh pak Acep ? Kalau yang dimaksud adalah produk laku tanpa diiklankan secara langsung dengan melalui printAd,TVAd,radioAd,dan semacamnya, maka banyak contohnya di sekitar kita. Kebanyakan adalah produk yang laku karena kegiatan salesmannya, word of mouth, maupun agresifitas kegiatan PR.

Contohnya adalah J.Co pada awal masa berdirinya di Indonesia. Saat itu J.Co tidak memasang iklan,namun memanfaatkan kegiatan PR dengan menciptakan berita yang layak diberitakan media maupun layak menjadi buzz word seperti berita antriannya yang cukup panjang. Akhirnya banyak orang tertarik dan membuat J.Co laku. Baru akhir2 ini saja J.Co memasang iklan untuk menyongsong masuknya Krispy Kreme sebagai kompetitor. Juga banyak bisnis tempat makan dan service lain yang laku (seperti hotel Aman Group itu) meskipun tidak beriklan.

Namun kalau yang dimaksud adalah produk yang tanpa dikomunikasikan tapi laku, mungkin saja terjadi bila produk/servicenya adalah bersifat monopoli atau tanpa kompetitor sehingga konsumen tidak dihadapkan pada pilihan. Misalnya tepung terigu di masa lalu ketika masih dimonopoli dan jalan tol. Bisa juga laku bila produk itu bersifat komoditi seperti beras, gula, dan narkoba.

Itu kira-kira pendapat saya. Ada komen lain ?

posted by: Andrias Ekoyuono ( andri )

pictures taken from here

12 comments:

cahyo said...

Iklan = komunikasi tidak mas?

Anjar Priandoyo said...

secara kayaknya sulit, kecuali punya umbrella brand yang kuat. atau produk yang sangat spesifik misalnya berlian mungkin. dan perlu dilihat kompetitornya juga, kalau kompetitornya semua pasang iklan kayaknya susah

mpokb said...

yg penting produknya bermutu, jadi iklan hanya berfungsi untuk memperluas pasar... sering kali iklan yg bagus tidak menjamin produk bagus, bahkan banyak yg menipu, eh, mengecoh :(

venus said...

iklan tetep penting kalo menurut saya. kalo ga ada iklan sementara kompetitor makin banyak dengan mutu produk yg juga oke, mana bisa survive?

andri said...

#cahyo
Iklan hanyalah salah satu cara dari komunikasi. Cara yang lain misalnya dengan Public Relation, sales visit, referral, dll.

#anjar priandoyo
ya memang kalau kompetitior pada pasang iklan memang bisa "memaksa" kita ikut beriklan

#mpokb
yup...betul. Kadang2 memang product gak sejalan ama promotion nya. Hasilnya orang pertama kali membeli, namun tidak ada repeat buying

#venus
iya mbakyu. masalahnya memang harus memilih metode komunikasi yang tepat sasaran, karena komunikasi lewat iklan hanyalah salah satu cara

Paman Tyo said...

Mengomunikasikan produk dilakukan dengan banyak cara. Penjual soto enak di tepi sawah, jauh dari keramaian kota, misalnya, jadi laku karena pemiliknya membuat soto enak dengan harga terjangkau. Lebih dari itu dia semanak. Konsumen menularkan kabar ke orang lain.

Contoh lain, meski kurang sopan, adalah rumah bordil di tengah pertokoan dan permukiman. Nggak pernah beriklan. Tapi terus didatangi oleh konsumen. Selain soal produk dan layanan, tentunya, juga keamanan plus toleransi lingkungan. Lihatlah di Mangga Besar Jakarta. :D

andri said...

#paman tyo
yup..bener pakde..berminat pindah jadi konsultan marketing ? hehehe

pandu said...

kalo ngga salah JCo juga ngiklan kok awal2nya, saya pernah lihat beberapa billboard dan spanduknya di daerah BSD. Bisa aja sih nggak ngiklan, contohnya bodyshop. Lebih banyak "diiklanin" media karena aktivitas2nya yang mendukung konservasi. Mungkin kalo didunia online, Hotmail nggak pernah ngiklan sama sekali, tapi mereka punya sesuatu yang benar2 unik dan dibutuhkan sehingga keluarnya lewat WOM.

ndoro kakung said...

blog [produk] sampean yang laris ini apa ya pasang iklan, pak?

NiLA Obsidian said...

aku sih lebih percaya promo mouth to mouth ya....meski emang iklan print or tv juga perlu....
tergantung produknya sih....
kalo jasa / services mouth ti mouth lah yg paling kena...

andri said...

#pandu
Hotmail ya ? mungkin bisa tuh jadi case study

#ndorokakung
ndak iklan kok pakde, cuman numpang nampang aja :-)

#nila obsidian
kalau mulut ke mulut itu istilahnya adalah Word of Mouth, dan memang sebenarnya itulah yang cukup efektif dibangun melalui kekuatan PR

Lada Hitam Balikpapan said...

Iklan sangat penting baik online atau off line. Iklan bagaikan lampu penerang di kegelapan sehingga orang akan mudah mendapatkan produk kita jika kita pasang iklannya.

fauzi "mantau" balikpapan
www.balikpapan-info.com