
Hari senin lalu, IRadio membahas tentang "Guilty Pleasure", terungkap banyak sekali hal-hal yang suka dilakukan oleh orang-orang tetapi mereka malu mengakuinya atau menyembunyikannya dari orang lain. Semisal ada pendengar radio yang mengaku menyukai Sinetron Cahaya di RCTI tapi malu mengakuinya termasuk pada keluarganya, karena dia selalu bilang bahwa sinetron kita tidak bermutu, sehingga setiap nonton pasti sembunyi-sembunyi, dan hal semacam ini juga diamini oleh banyak pengirim SMS ke IRadio. Pengalaman serupa juga terjadi dengan hobi makan semur jengkol misalnya.
Punya pengalaman serupa ?
Demikian halnya dalam marketing, seperti dalam pengembangan produk maupun dalam menentukan program promosi. Seringkali muncul tantangan untuk menemukan kebutuhan atau keinginan "tersembunyi" dari target market.
Ada sebuah cerita dari seorang teman tentang riset yang dilakukan sebelum peluncuran majalah Cosmopolitan Indonesia. Pada waktu itu dilakukan riset terhadap target market majalah Cosmopolitan tentang content apa yang mereka sukai dari majalah wanita. Hasil riset tidak mencantumkan content edukasi seks sebagai salah satu content favorit atau yang paling diinginkan. Tapi ternyata setelah Cosmopolitan Indonesia diluncurkan, edukasi seks adalah salah satu content yang membuat Cosmpolitan digemari oleh para wanita.
Nah, itulah tantangan untuk membuat sebuah riset yang bisa mengungkapkan hal-hal yang tidak bisa diungkapkan oleh responden. Umumnya riset menemui kesulitan ketika berusaha mengetahui tingkat penerimaan pasar pada produk yang kategorinya sama sekali baru atau belum pernah ada padanannya di pasar, karena responden masih "bingung" akan kemauan dan keinginannya terhadap produk baru itu. Selain itu, ketika diadakan riset terhadap kebutuhan dan keinginannya, responden bisa saja tidak mengungkapkan yang sebenarnya karena malu, gengsi, ataupun beranggapan bahwa kebutuhan itu tidak ada gunanya untuk diungkap toh pasti tidak akan dipenuhi.
Untuk itu perlu dilakukan persiapan yang hati-hati ketika mendesain dan menganalisa hasil riset, siapa tahu anda terjebak pada hal-hal yang sebenarnya tidak penting dan mengabaikan hal-hal yang lebih penting dan masih tersembunyi.
posted by: Andrias Ekoyuono ( andri )
for Inspirasi dan Studi Kasus Marketing Indonesia
picture taken from here
Baca artikel ini selengkapnya ...





