( Updated ) Industri Telekomunikasi Mengadopsi Sistem Sales FMCG

Monday, January 22, 2007

Saat ini industri telekomunikasi khususnya operator seluler merupakan "rising star" dalam bisnis Indonesia. Pertumbuhan pasarnya yang luar biasa di tahun-tahun terakhir ditambah lagi potensi pasarnya yang masih besar membuat makin banyak pihak yang terjun menjadi operator seluler. Saat ini sudah ada Telkom dengan flexynya, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie Telecom, Natrindo Seluler (Maxis), Hutchinson, dan Sampoerna Telekomunikasi yang bermain di GSM maupun CDMA.


Dengan jumlah konsumen yang sedemikian besar, juga tingkat penetrasi yang mencapai penjuru negeri ini, maka operator seluler tidak segan-segan mengadopsi sistem sales dari industri Fast Moving Consumer Goods ( FMCG ). Beberapa operator sudah menerapkan distribution channel yang mirip FMCG dalam mendistribusikan produknya karena penjualan kartu perdana dan voucher juga sampai ke warung/rombong kecil. Tak heran jika saat ini juga terjadi eksodus banyak profesional bidang sales ke operator seluler.

What do you think ?

posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )

photo taken from here

thanks atas saran dari Atniga Tayagih

Baca artikel ini selengkapnya ...

ME = Paris Hilton Indonesia ?

Monday, December 11, 2006

Tentu sudah banyak yang mendengar berita heboh tentang ME, ME disini tentu saja bukan "Mak Erot" yang telah menjadi legendary brand di Indonesia, tapi ME alias Maria Eva yang video mesranya bersama anggota DPR RI YZ alias Yahya Zaini beredar luas. Kemudian saat ini ME laris manis "ditanggap" oleh media, dan sepertinya tidak banyak yang menyalahkan ME atas kejadian tersebut.

Kejadian ini mengingatkan akan hebohnya video seks Paris Hilton yang mengangkat namanya. Pertanyaannya, apakah hal yang sama akan terjadi pada ME ? Apakah video itu bukan cuma melambungkan popularitas ME dalam sekejap tapi juga membuatnya jadi artis yang populer dalam jangka waktu yang lebih lama ? Tentu saja latar belakang sosial budaya yang berbeda antara US dan Indonesia menjadi pertimbangan juga.


Tapi yang jelas saya yakin ME (bahkan mungkin artis2 Indonesia lain) tidak akan sanggup mengangkat dan memperluas brandnya seperti Paris Hilton. Saat ini brand Paris Hilton sudah dipakai di :fragrance, nightclub chain, jewelry line, boutique hotel chain, dan segera menyusul produk2 lain. Bahkan Paris Hilton sendiri mengatakan ""I'm an actress, a brand, a businesswoman. I'm all kinds of stuff." Benar2 dia sudah menyadari pentingnya Personal Branding :-)

what do you think ?


photo taken from here

posted by andrias ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...

Efektifkah Bus Advertising ?

Wednesday, December 06, 2006


Setiap hari kita melihat bus kota, tak jarang di badan bus tersebut terpampang iklan-iklan tentang berbagai produk dan jasa. Iklan itu bisa juga disebut sebagai Bus Advertising .

Kalau melihat di jalan-jalan Jakarta, bus advertisment itu menampilkan mulai dari minuman, restoran, iklan layanan masyarakat, media, dll. Para pemasang iklan memandang bahwa iklan di badan bus akan cukup efektif karena bus berjalan sepanjang hari yang artinya badan bus akan dilihat oleh banyak orang di banyak tempat. Bus Advertising juga berbiaya relatif murah bila dibandingkan menyewa space billboard di jalan utama Jakarta.

Namun yang menjadi pertanyaan, berapa banyak sih orang yang memperhatikan Bus Advertising itu ? Atau kalau pertanyaannya dipertajam, Bus Advertising dari produk apa yang paling kita ingat ? Di tengah hiruk-pikuk Jakarta (dan kota lain), masih adakah Bus Advertising yang bisa menarik orang ? Saya rasa efektifitas Bus Advertising tersebut masih menjadi tanda tanya.

Menurut saya, Bus Advertising akan efektif bila dipasang di cukup banyak bus. Lebih bagus lagi bila difokuskan pada sejumlah besar bus di jalur tertentu, misalnya dipasang pada bus-bus yang melewati jalur Sudirman-Thamrin. Tidak ada artinya bila Bus Advertising hanya dipasang pada 1-2 bus saja. Tentu saja eksekusi iklannya juga harus eye-catching - sama seperti membuat billboard - karena orang hanya akan melihat sekilas pada badan bus itu. Selain itu, saya rasa Bus Advertising akan lebih bagus bila difungsikan sebagai awaraness reminder saja, bukan sebagai media pengenalan produk baru. Kira-kira ada yang pernah dengar produk yang Bus Advertisingnya saya potret di daerah Thamrin ini ?

what do you think ?

posted by Andrias Ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...

Pasar Becek Masih Jadi Pilihan

Monday, December 04, 2006

Di tengah mulai maraknya pasar modern yang terdiri dari hipermarket, supermarket, dan minimarket, pasar tradisional atau beken dengan sebutan "Pasar Becek" ternyata masih menjadi pilihan tempat berbelanja bagi banyak orang. Di pasar becek masyarakat masih bisa berbelanja dengan tawar-menawar dan harga yang relatif lebih murah daripada di pasar modern, terutama untuk sayuran, buah, dan sebagian besar jenis bahan lauk (ikan, tempe, ayam. dll).

Siapa bilang pasar becek hanya untuk konsumsi kalangan bawah ? Dari gambar yang diambil di pasar Cileungsi ini, bisa terlihat bahwa di tempat parkir pun berjejer berbagai jenis mobil, mulai dari Kijang Innova, Ford Escape, hingga sedan BMW. Kebetulan pasar Cileungsi memang berlokasi tidak jauh dari Jalan Alternatif Cibubur-Cileungsi dimana disitu terletak banyak kompleks perumahan. Rupanya masih banyak orang yang memegang prinsip "value for money". Dengan memanfaatkan hipermarket sebagai tempat belanja bulanan terutama bagi barang toiletris dan groceries, pasar becek sebagai tempat belanja mingguan seperti sayuran dan bahan lauk, serta minimarket untuk pembelian barang eceran (bila sediaan belanja bulanan habis atau kurang satu dua biji).

Terus bagaimana nasib supermarket ? Posisinya tentu makin terjepit di antara hipermarket yang super lengkap dan minimarket yang lebih dekat. Kemungkinan adalah supermarket mesti memperluas pilihan bahan belanjaan yang serupa di pasar becek, sehingga bisa menggantikan fungsi belanja mingguan dari pasar becek.

What do you think ?

posted by Andrias Ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...

Semuanya Berawal Dari "The Right Who"

Thursday, November 23, 2006

Dunia pendidikan juga merupakan bisnis yang menjanjikan, kampus2 saat ini berlomba menawarkan berbagai program yang menarik bagi para calon mahasiswa. Berbagai strategi dan taktik digelar oleh universitas2 sebagaimana layaknya sebuah entitas bisnis yang bersaing dalam era hiperkompetitif.

Believe it or not, aku baru saja menerima project dari salah satu universitas di Jakarta untuk mencarikan Direktur Program Pasca Sarjana !!!

See, bahkan mereka perlu meng-hire professional consultant/headhunter untuk mendapatkan "the right who" (meminjam istilahnya pak Budiman dari GarudaFood) . Dan, ofcourse, ini berarti universitas tersebut rela mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Sebagai informasi, program pascasarjana mereka juga telah memiliki struktur manajemen bagaikan entitas bisnis profesional, seperti memiliki marketing communication manager.

So, what do you think ?

pictures taken from school-clip-art

posted by Andrias Ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...

"Orang Beton" di Indonesia Infrastructure 2006

Tuesday, November 07, 2006

Hari Jumat 3 November 2006, saya dapat undangan untuk mengikuti salah satu acara dalam rangkaian Indonesia Infrastructure 2006 di JHCC Senayan. Pada kesempatan itu, saya juga mampir di acara Exhibition dalam rangka Indonesia Infrastructure 2006 tersebut.

Disitu saya ketemu dengan salah satu cara attention grabber yang menarik dari salah satu stand pameran seperti terlihat dalam gambar. Perusahaan pipa beton berinisiatif membuat "orang beton" yang berjalan berkeliling arena pameran. Di "pipa beton" yang dia bawa tertulis nama perusahaan dan nomor standnya. Ide yang menarik bukan ?


posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...

Microsoft Memperlebar Wilayah Perang

Tuesday, October 31, 2006

Microsoft rupanya tidak hanya puas dengan menguasai pasar Operating System dan Software Office di dunia, buktinya Microsoft terus menerus memperlebar kekuasaannya. Setelah menantang Sony dan Nintendo di pasar game console melalui XBOX, Microsoft mencoba menantang dominasi IPod dari Apple di pasar portable multimedia player dengan meluncurkan Zune. Fitur-fitur perbandingan Zune ini bisa diperbandingkan dengan IPod, fitur lengkap dari Zune bisa dicek disini.

Rupanya Microsoft memang menyadari bahwa market leader tidak boleh terlena pada comfort zone, market leader harus terus berinovasi dan membuka berbagai opportunity baru. Kalau dahulu Bill Gates pernah berambisi untuk menyebarkan PC di setiap rumah dan di setiap PC tersebut ada Windowsnya, mungkin saat ini ambisinya adalah Microsoft mendominasi pada semua jenis gadget.

So what do you think ?

posted by Andrias Ekoyuono ( andri )

Baca artikel ini selengkapnya ...