Tentu sudah banyak yang mendengar berita heboh tentang ME, ME disini tentu saja bukan "Mak Erot" yang telah menjadi legendary brand di Indonesia, tapi ME alias Maria Eva yang video mesranya bersama anggota DPR RI YZ alias Yahya Zaini beredar luas. Kemudian saat ini ME laris manis "ditanggap" oleh media, dan sepertinya tidak banyak yang menyalahkan ME atas kejadian tersebut.
Kejadian ini mengingatkan akan hebohnya video seks Paris Hilton yang mengangkat namanya. Pertanyaannya, apakah hal yang sama akan terjadi pada ME ? Apakah video itu bukan cuma melambungkan popularitas ME dalam sekejap tapi juga membuatnya jadi artis yang populer dalam jangka waktu yang lebih lama ? Tentu saja latar belakang sosial budaya yang berbeda antara US dan Indonesia menjadi pertimbangan juga.
Tapi yang jelas saya yakin ME (bahkan mungkin artis2 Indonesia lain) tidak akan sanggup mengangkat dan memperluas brandnya seperti Paris Hilton. Saat ini brand Paris Hilton sudah dipakai di :fragrance, nightclub chain, jewelry line, boutique hotel chain, dan segera menyusul produk2 lain. Bahkan Paris Hilton sendiri mengatakan ""I'm an actress, a brand, a businesswoman. I'm all kinds of stuff." Benar2 dia sudah menyadari pentingnya Personal Branding :-)
what do you think ?
photo taken from here
posted by andrias ekoyuono ( andri )
ME = Paris Hilton Indonesia ?
Monday, December 11, 2006
Posted by
andri
at
9:49 AM
28
comments
Efektifkah Bus Advertising ?
Wednesday, December 06, 2006
Setiap hari kita melihat bus kota, tak jarang di badan bus tersebut terpampang iklan-iklan tentang berbagai produk dan jasa. Iklan itu bisa juga disebut sebagai Bus Advertising .
Kalau melihat di jalan-jalan Jakarta, bus advertisment itu menampilkan mulai dari minuman, restoran, iklan layanan masyarakat, media, dll. Para pemasang iklan memandang bahwa iklan di badan bus akan cukup efektif karena bus berjalan sepanjang hari yang artinya badan bus akan dilihat oleh banyak orang di banyak tempat. Bus Advertising juga berbiaya relatif murah bila dibandingkan menyewa space billboard di jalan utama Jakarta.
Namun yang menjadi pertanyaan, berapa banyak sih orang yang memperhatikan Bus Advertising itu ? Atau kalau pertanyaannya dipertajam, Bus Advertising dari produk apa yang paling kita ingat ? Di tengah hiruk-pikuk Jakarta (dan kota lain), masih adakah Bus Advertising yang bisa menarik orang ? Saya rasa efektifitas Bus Advertising tersebut masih menjadi tanda tanya.
Menurut saya, Bus Advertising akan efektif bila dipasang di cukup banyak bus. Lebih bagus lagi bila difokuskan pada sejumlah besar bus di jalur tertentu, misalnya dipasang pada bus-bus yang melewati jalur Sudirman-Thamrin. Tidak ada artinya bila Bus Advertising hanya dipasang pada 1-2 bus saja. Tentu saja eksekusi iklannya juga harus eye-catching - sama seperti membuat billboard - karena orang hanya akan melihat sekilas pada badan bus itu. Selain itu, saya rasa Bus Advertising akan lebih bagus bila difungsikan sebagai awaraness reminder saja, bukan sebagai media pengenalan produk baru. Kira-kira ada yang pernah dengar produk yang Bus Advertisingnya saya potret di daerah Thamrin ini ?
what do you think ?
posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
9:45 AM
11
comments
Pasar Becek Masih Jadi Pilihan
Monday, December 04, 2006
Di tengah mulai maraknya pasar modern yang terdiri dari hipermarket, supermarket, dan minimarket, pasar tradisional atau beken dengan sebutan "Pasar Becek" ternyata masih menjadi pilihan tempat berbelanja bagi banyak orang. Di pasar becek masyarakat masih bisa berbelanja dengan tawar-menawar dan harga yang relatif lebih murah daripada di pasar modern, terutama untuk sayuran, buah, dan sebagian besar jenis bahan lauk (ikan, tempe, ayam. dll).
Siapa bilang pasar becek hanya untuk konsumsi kalangan bawah ? Dari gambar yang diambil di pasar Cileungsi ini, bisa terlihat bahwa di tempat parkir pun berjejer berbagai jenis mobil, mulai dari Kijang Innova, Ford Escape, hingga sedan BMW. Kebetulan pasar Cileungsi memang berlokasi tidak jauh dari Jalan Alternatif Cibubur-Cileungsi dimana disitu terletak banyak kompleks perumahan. Rupanya masih banyak orang yang memegang prinsip "value for money". Dengan memanfaatkan hipermarket sebagai tempat belanja bulanan terutama bagi barang toiletris dan groceries, pasar becek sebagai tempat belanja mingguan seperti sayuran dan bahan lauk, serta minimarket untuk pembelian barang eceran (bila sediaan belanja bulanan habis atau kurang satu dua biji).
Terus bagaimana nasib supermarket ? Posisinya tentu makin terjepit di antara hipermarket yang super lengkap dan minimarket yang lebih dekat. Kemungkinan adalah supermarket mesti memperluas pilihan bahan belanjaan yang serupa di pasar becek, sehingga bisa menggantikan fungsi belanja mingguan dari pasar becek.
What do you think ?
posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
9:24 AM
2
comments
Semuanya Berawal Dari "The Right Who"
Thursday, November 23, 2006
Dunia pendidikan juga merupakan bisnis yang menjanjikan, kampus2 saat ini berlomba menawarkan berbagai program yang menarik bagi para calon mahasiswa. Berbagai strategi dan taktik digelar oleh universitas2 sebagaimana layaknya sebuah entitas bisnis yang bersaing dalam era hiperkompetitif.
Believe it or not, aku baru saja menerima project dari salah satu universitas di Jakarta untuk mencarikan Direktur Program Pasca Sarjana !!!
See, bahkan mereka perlu meng-hire professional consultant/headhunter untuk mendapatkan "the right who" (meminjam istilahnya pak Budiman dari GarudaFood) . Dan, ofcourse, ini berarti universitas tersebut rela mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Sebagai informasi, program pascasarjana mereka juga telah memiliki struktur manajemen bagaikan entitas bisnis profesional, seperti memiliki marketing communication manager.
So, what do you think ?
pictures taken from school-clip-art
posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
3:44 PM
2
comments
"Orang Beton" di Indonesia Infrastructure 2006
Tuesday, November 07, 2006
Hari Jumat 3 November 2006, saya dapat undangan untuk mengikuti salah satu acara dalam rangkaian Indonesia Infrastructure 2006 di JHCC Senayan. Pada kesempatan itu, saya juga mampir di acara Exhibition dalam rangka Indonesia Infrastructure 2006 tersebut.
Disitu saya ketemu dengan salah satu cara attention grabber yang menarik dari salah satu stand pameran seperti terlihat dalam gambar. Perusahaan pipa beton berinisiatif membuat "orang beton" yang berjalan berkeliling arena pameran. Di "pipa beton" yang dia bawa tertulis nama perusahaan dan nomor standnya. Ide yang menarik bukan ?
posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
12:41 PM
7
comments
Microsoft Memperlebar Wilayah Perang
Tuesday, October 31, 2006
Microsoft rupanya tidak hanya puas dengan menguasai pasar Operating System dan Software Office di dunia, buktinya Microsoft terus menerus memperlebar kekuasaannya. Setelah menantang Sony dan Nintendo di pasar game console melalui XBOX, Microsoft mencoba menantang dominasi IPod dari Apple di pasar portable multimedia player dengan meluncurkan Zune. Fitur-fitur perbandingan Zune ini bisa diperbandingkan dengan IPod, fitur lengkap dari Zune bisa dicek disini.
Rupanya Microsoft memang menyadari bahwa market leader tidak boleh terlena pada comfort zone, market leader harus terus berinovasi dan membuka berbagai opportunity baru. Kalau dahulu Bill Gates pernah berambisi untuk menyebarkan PC di setiap rumah dan di setiap PC tersebut ada Windowsnya, mungkin saat ini ambisinya adalah Microsoft mendominasi pada semua jenis gadget.
So what do you think ?
posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
5:56 PM
10
comments
Efektifkah Beriklan di Media Komunitas Wilayah ?


Saat ini bermunculan banyak media komunitas untuk wilayah tertentu, misalnya untuk wilayah : Pondok Indah, Cibubur, Kedoya, Puri Indah, dll. Media itu umumnya berbentuk majalah yang didistribusikan ke rumah, toko, dan kantor di wilayah tersebut. Majalah itu umumnya disebarkan secara gratis. Rumah saya di daerah Cibubur saja saat ini mendapat 3 majalah komunitas yang gratis tiap bulannya, yaitu Cibubur.Com, Cibubur AdInfo, dan Preview.
Seperti majalah gratis lainnya, majalah komunitas itu juga hidup dari iklan. Pertanyaannya, apakah efektif beriklan di media komunitas wilayah itu ?
Dari sudut pengalaman pribadi saya sebagai salah satu pembaca, majalah gratis itu cukup membantu dalam mencari informasi tentang barang atau jasa yang bisa didapatkan di sekitar tempat tinggal kita. Misalnya, bila ingin mencari laundry, penjahit, toko bangunan, tempat makan, jasa video editing, hingga tempat kursus. Jadi tidak perlu repot-repot mencari hingga di luar wilayah sendiri. Selain itu, informasi event yang digelar di mal/plaza atau tempat-tempat lain juga cukup bermanfaat, terutama event-event yang digelar di waktu weekend.
Melihat hal tersebut, kiranya beriklan di majalah gratis cukup bermanfaat bagi para pebisnis yang menjalankan usahanya di daerah tersebut, khususnya sangat bermanfaat bagi UKM karena budgetnya yang kecil dan cukup efektif "menembak" target marketnya. Selain itu, memasang iklan di media komunitas wilayah juga cukup efektif bagi produk dan jasa yang memiliki target market SES A dan B, karena biasanya distribusi media komunitas dititikberatkan pada perumahan kelas menengah hingga atas.
So what do you think ?
photo taken from here and here
posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
8:50 AM
3
comments