"Women are never wrong", itulah tagline yang dibuat untuk untuk Women's Town yang akan dikembangkan di distrik Shuangqia, Chongqing, China bagian Barat Daya. Kota ini akan dikembangkan dengan positioning sebagai kota bagi perempuan dimana disitulah akan diterapkan "Women are never wrong; men can never refuse their needs". Setiap lelaki yang memasuki kota tersebut dan berdebat tentang aturan dasar itu, maka akan diberi hukuman berlutut di papan yang keras atau mencuci piring di restoran lokal. Diharapkan konsep tersebut akan menarik para turis untuk berkunjung ke kota Shuangqia.
Bila pasangan turis lelaki dan perempuan berkunjung ke Shuangqia, maka turis perempuan bisa "berkuasa" penuh karena permintaannya tidak boleh ditolak oleh pasangannya. Akan ada sebuah pengadilan khusus yang dapat memerintahkan seorang lelaki dicambuk apabila gagal memenuhi permintaan pasangannya akan cokelat, parfum, atau permintaan yang lain. Namun tentu saja cambuk yang digunakan tidak akan terlalu menyakiti para turis, karena cambuknyapun diklaim adalah cambuk yang "lunak".
Terobosan pemerintah Chongqing memang menarik, karena positoning yang unik ini tentu membuat distrik Shuangqia memiliki diferensiasi yang jelas dibanding kota-kota tujuan wisata yang lain. Dengan diferensiasi yang jelas, eksekusi yang matang, serta didukung pola promosi yang tepat maka bukan mustahil konsep itu akan menarik bagi para turis di penjuru dunia untuk mendatangi. Tentu saja konsep itu akan tergantung juga bagaimana para perempuan meyakinkan pasangannya untuk ikut berwisata ke kota tersebut :-) . Konsep yang kuat inilah yang harusnya juga dimiliki oleh kota-kota tujuan wisata di Indonesia.
what do you think ?
posted by andrias ekoyuono (andri)
picture taken from here
Women's Town
Tuesday, May 22, 2007
Posted by
andri
at
8:04 AM
11
comments
Numpang Iklan di Acara Pernikahan
Thursday, May 17, 2007
Kemarin (16/05) ada acara pernikahan artis Sultan Djorghi dan Annisa Tri Hapsari. Akad nikah berlangsung di Mesjid Dian Al-Mahri Depok yang lebih dikenal sebagai Mesjid Kubah Emas, serta resepsinya berlangsung di Hotel Grand Kemang Jakarta.
Seperti laiknya pernikahan selebritis, acara tersebut di ekspos oleh banyak media terutama oleh infotainment. Dengan banyaknya eksposure dari media, tentu merupakan peluang emas untuk memperoleh publikasi bagi brand dan produk. Kabarnya pernikahan Sultan-Annisa itu didukung oleh 23 sponsor. Placement yang paling menonjol adalah penempatan logo sponsor di baliho dan backdrope/background tempat pengantin dan para tamu berbicara dengan jurnalis, tentu saja kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh para jurnalis untuk mengambil gambar pengantin dan juga para tamu yang notabene juga selebritis. Disitu terlihat ada 2 backdrope, namun yang paling menonjol adalah backdrope dengan logo dan tulisan besar Hotel Grand Kemang.
Dalam hari Kamis (17/05) ini saja, semua infotainment menampilkan berita pernikahan itu lengkap dengan gambar wawancara dan gambar-gambar ala red carpet di Hotel Grand Kemang ,tentu saja dengan gambar logo dan tulisan Hotel Grand Kemang sebagai backgroundnya. Bisa dibayangkan, begitu besar eksposure yang didapat oleh Hotel Grand Kemang, dan memang itulah yang diingikan oleh marketer dan juga pemilik brand.
Di Amerika Serikat pernah juga terjadi acara pernikahan yang juga dipenuhi oleh sponsor. Pernikahan antara Caroline Fisher (Sales Manager sebuah stasiun radio di Long Island) dan Dave Kerpen (seorang konsultan marketing) yang berlangsung pada 8 Juli 2006 di Stadion KeySpan Park, kandang dari klub bisbol Brooklyn Cyclones. Pernikahan tersebut dihadiri oleh 500 tamu dan lebih dari 8000 orang fans bisbol. Biaya pernikahan sebesar $100,000 itu sebagian besar dipenuhi lewat sponsorship yang terdiri dari toko perhiasan, penyedia bunga, penyedia baju pengantin, perusaaan roti, mall, event planner, dan lain-lain. Dan nyatanya pernikahan tersebut memang menjadi berita besar.
Di tengah makin sulitnya iklan dalam mendapatkan perhatian pemirsa, pemilihan sponsorship pernikahan artis merupakan salah satu pilihan menarik asal bisa dikemas dengan tepat. Kerjasama sponsorship itu juga menguntungkan bagi pasangan pengantin, karena ternyata acara pernikahan bisa menghasilkan bekal tambahan untuk tabungan pasangan pengantin.
Posted by
andri
at
9:10 PM
8
comments
Peraturan Baru di Iklan TV
Thursday, May 10, 2007
Ada peraturan baru tentang iklan TV yang dibuat oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) , intinya seperti berikut
Dalam prosesnya, Lembaga Penyiaran harus memiliki surat pernyataan dari pembuat iklan berkaitan dengan segala sesuatu selama dan pasca produksi iklan. Surat pernyataan itu harus mencantumkan setting, aktor, sutradara, maupun kru pembuat iklan tersebut yang merupakan tenaga lokal.Pada penjelasan yang disampaikan oleh Depkominfo disebutkan bahwa peraturan tersebut hanya untuk iklan TV. Dan masih ada toleransi hingga akhir tahun 2007. Selain itu disebutkan pula bahwa
Meski ada kewajiban mengenai penggunaan tenaga lokal pada iklan, namun ada beberapa iklan bertenaga asing yang diijinkan bersiaran di Indonesia. Misalnya iklan acara yang diselenggarakan secara internasional atau iklan brand global yang menggunakan satu tokoh sebagai ikon produknya.Jadi iklan-iklan seperti Marlboro dengan koboinya masih boleh diputar di TV (tapi Marlboro sendiri sudah tidak beriklan di TV :- ) ), atau mungkin seperti iklan Gillette yang menampilkan Thiery Henry, Roger Federrer, dan Tiger Woods juga masih diperbolehkan.
Peraturan ini tentu menghadirkan tantangan bagi beberapa brand yang menggunakan bintang iklan asing ataupun lokasi syuting di luar negeri untuk menghadirkan persepsi "non lokal" pada brandnya. Brand tersebut misalnya adalah Lea Jeans (yang asli Tangerang) dan rokok Country (yang diproduksi oleh PT. Bentoel Prima). Persepsi "non lokal" tersebut memang sengaja diciptakan untuk menarik konsumen Indonesia yang biasanya lebih bangga dengan produk luar negeri. Nah sekarang tentu brand-brand tersebut memerlukan iklan TV yang baru. Bila ingin tetap mempertahankan image "non-lokal" maka diperlukan kreatifitas dalam memproduksi iklan yang tetap menghasilkan image yang tepat tapi dengan eksekusi iklan yang tidak melanggar aturan.
What do you think ?
posted by: andrias ekoyuono ( andri )
picture taken from here Baca artikel ini selengkapnya ...
Posted by
andri
at
3:40 PM
4
comments
IPDN : hasil rebranding setengah hati
Wednesday, April 25, 2007
Kasus kekerasan di IPDN mencuat akhir-akhir ini, namun saya tidak akan membahas pro kontra pembubarannya seperti oleh mbakyu venus atau blog yang tidak tahu siapa pembuatnya ini. Seperti kita ketahui, setelah kasus kekerasan yang menimpa Wahyu Hidayat terkuak di 2003, pemerintah berupaya merubah nama STPDN menjadi IPDN dengan harapan juga akan terjadi perubahan didalam maupun perubahan image STPDN di mata masyarakat. Itulah yang disebut re-branding.
Menurut wikipedia :
Rebranding is the process by which a product or service developed with one brand or company or product line affiliation is marketed or distributed with a different identity. This involves radical changes to the brand's logo, brand name, image, marketing strategy, and advertising themes. It usually results in the repositioning of the brand / company. It may just involve merely superficial changes. Rebranding can be applied to either new products, mature products, or even unfinished products. The process can be done purposely (for example as a result of a deliberate change in strategy), or result from unplanned, emergent, or reactive dynamics (for example out of necessity following corporate restructuring).Selain oleh STPDN/IPDN, beberapa tahun terakhir ini re-branding juga dilakukan oleh XL ( excelcom menjadi XL ), juga oleh BII, BNI, SCTV, Pertamina, dan lain-lain. Tapi memang akhir-akhir ini banyak perusahaan melakukan usaha re-branding sebagai upaya repositioning mereka dalam menghadapi iklim kompetisi yang makin ketat.
Namun rebranding bukan hanya ganti nama atau logo, adalah lebih penting lagi bagaimana jiwa perubahan tersebut bisa diimplementasikan dalam strategi yang nyata dan benar-benar harus dijiwai oleh semua karyawan dan partners, sehingga konsumen dan masyarakat bisa benar-benar menerima perubahan tersebut. Tanpa strategi nyata, maka yang berubah hanyalah nama/logonya, maka ya sama saja.Seperti yang kejadian di IPDN, meskipun sudah ganti nama tapi bila sistem dan perilaku karyawan dan mahasiswanya tetap saja, maka sami mawon ! Masyarakat akhirnya tetap tidak melihat sebuah perubahan. Salah satu proyek re-branding yang juga cukup menantang adalah Pertamina, pergantian logo Pertamina tentu saja diharapkan juga diikuti peningkatan kinerja dan layanan Pertamina menghadapi era persaingan yang makin ketat. Nampaknya Pertamina sadar akan hal itu, salah satunya dengan program Pertamina on The Move, contohnya dengan memperbaiki penampilan fisik dan layanan di SPBU.
Namun sepertinya yang lebih perlu dilakukan re-branding adalah Indonesia :-) Re-branding bukan dilakukan dengan mengganti nama dan bendera, tapi bagaimana menampilkan perubahan Indonesia di mata masyarakat Indonesia maupun dunia.
what do you think ?
posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
picture taken from here Baca artikel ini selengkapnya ...
Posted by
andri
at
8:12 AM
6
comments
Mau ?
Tuesday, April 17, 2007
Industri telekomunikasi Indonesia makin ramai setelah diluncurkan 3 (Three) sebuah brand dari perusahaan telekomunikasi Hutchinson dengan tagline "Jaringan Selularmu". Akhir-akhir ini, iklannya telah wara-wiri di berbagai stasiun TV dengan frekuensi cukup tinggi. Juga telah muncul banyak baliho di berbagai tempat, serta juga telah muncul berbagai material promosinya di tempat-tempat penjualan handphone dan pulsa.
Iklan TV ( TVC ) dari 3 ini sudah ada 2 versi. Versi 1 menampilkan berbagai hal yang merupakan beberapa pencapaian kebahagiaan emosional yang diinginkan seseorang, seperti gambar orang menikah lalu juga gambar orang meloncat ke air dengan bahagia. Di versi 1 ini nampaknya digunakan untuk menanamkan kata "Mau ?" di benak para pemirsa. Sementara di iklan versi 2 menekankan pada Beli pulsa dapat 3X lipatnya.
Iklan versi 1 itu secara eksekusi bagus sekali, saya cukup salut melihat eksekusi iklannya yang menyentuh emosional serta cukup berbeda dengan operator selular lain. Namun iklan versi 2 sepertinya langsung menukik dengan menawarkan pulsa 3X lipatnya yang menjadi tidak berbeda dengan operator lain. Saya coba mengumpulkan pendapat dari beberapa rekan saya tentang iklan 3 ini, rata-rata mereka suka dengan iklan 3 versi 1. Namun ketika ditanya apakah mereka ingin membeli 3, maka hampir semuanya menjawab tidak, bahkan setelah melihat penawaran pulsa 3X lipat itu.
Memang diperlukan usaha yang luar biasa dari 3 dan juga operator-operator baru lain yang akan menyusul ( NTS, Sinar Mas Telecom ) untuk mencuri market share. Langkah awal Hutchinson dengan menyiapkan jalur distribusi yang kuat bagi 3 sudah benar, terbukti telah banyak toko di Jakarta yang menjual kartu perdananya. Langkah berikutnya dengan melaunching iklan 3 versi 1 yang menyentuh emosional cukup bagus untuk membangun awareness, khususnya bagi segmen menengah keatas yang menjadi target market dari operator pemilik lisensi 3G ini.
Namun komunikasi berikutnya ( iklan versi 2 maupun printAD dan baliho-baliho ) dengan langsung menawarkan pulsa 3X lipat sepertinya kok tidak memberi cukup alasan bagi calon konsumen untuk mencoba 3. Semua operator saat ini telah punya tawaran pulsa murah, mengapa harus mencoba 3 yang notabene operator baru yang belum tahu kualitasnya ? Jangan-jangan sinyalnya masih belum kuat di Jakarta ? Jangan-jangan susah dihubungi seperti ketika masa awal operator lain ?
Menurut saya, 3 mesti melakukan komunikasi tentang jaringannya yang kabarnya telah cukup luas dan mumpuni kualitasnya, sehingga dapat sedikit menghapus keraguan calon konsumen. Selain itu, event-event BTL (Below The Line) harus kencang dilakukan agar para calon konsumen bisa mencoba sendiri bagaimana kualitas dari 3 ini. Event BTL bisa dilakukan dengan pameran-pameran di Mall, promo ke kantor-kantor/sekolah, maupun event-event musik, dan lain-lain.
Mengingat begitu besarnya potensi pasar, maka 3 ini masih memiliki potensi untuk merebut pasar asalkan melakukan strategi marketing dan sales yang tepat. Tentu saja Hutchinson juga tidak mau investasi yang kabarnya mencapai 1,5 milyar dollar menjadi sia-sia :-)
what do you think ?
posted by andrias ekoyuono ( andri )
picture taken from here
Posted by
andri
at
8:21 AM
7
comments
Pink Taxi : Taksi Khusus Perempuan
Friday, March 23, 2007Keamanan dan kenyamanan penumpang taksi -khususnya penumpang perempuan- adalah hal yang menjadi kekhawatiran para penumpang taksi di Jakarta. Karena sudah beberapa kali terjadi perampokan terhadap penumpang taksi seperti yang baru-baru ini terjadi.
Di Moscow,Rusia -dimana kondisi kriminalitas juga dalam taraf mencemaskan- muncul para pebisnis yang menangkap kebutuhan para perempuan akan taksi yang lebih aman bagi mereka. Adalah Olga Fomina dan dua rekannya yang mendirikan armada Pink Taxi pada Agustus 2006. Pink Taxi ini khusus ditujukan untuk penumpang perempuan. Untuk membuat penumpangnya merasa nyaman dan aman, maka supir Pink Taxi ini juga perempuan yang katanya juga bisa diajak sebagai teman ngobrol dan curhat oleh para penumpangnya. Cat mobilnya pun dibuat warna pink yang identik sebagai warna perempuan. Service para supir Pink Taxi ini juga melebar hingga mengantar jemput anak, membelikan bunga, hingga membantu belanja bulanan :-)
Bisnis yang cukup menjanjikan ternyata segera diikuti oleh Ladies Red Taxi di kota Khimki dekat Moscow. Mulai Januari 2007, Dubai juga mengoperasikan taksi khusus perempuan ini.
Bisnis Pink Taxi lahir dari demand yang ada dari target market yang jelas, sehingga melahirkan positioning yang jelas yaitu sebagai taksi khusus perempuan. Pemilihan warna pink sebagi visual identity merupakan pilihan tepat dalam mendukung positioning tersebut, juga pemilihan supir perempuan yang dipersepsikan sebagai lebih aman bagi para penumpang perempuan.
Saya rasa model bisnis Pink Taxi ini juga cukup berpeluang dikembangkan di Jakarta. Mungkin tantangannya adalah keamanan para supir wanita itu sendiri maupun munculnya taksi-taksi lain yang memiliki warna serupa (seperti yang dialami oleh Blue Bird). Di Riau malah sudah ada bus khusus perempuan.
So, what do you think ?
posted by: Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
9:12 AM
11
comments
Supir Bajaj Diculik Alien
Sunday, March 11, 2007
Ya begitulah kalimat menarik perhatian pembaca yang muncul di navigasi halaman muka Kompas edisi Sabtu 10 Maret 2007. Dibawahnya terdapat tulisan Pesan ini disampaikan oleh Mizone.
Bila pembaca membuka halaman 5 untuk mengikuti navigasi tersebut, maka akan ditemukan advertorial dari Mizone. Inti isinya adalah berita “Supir Bajaj Diculik Alien” adalah berita bohong, seperti halnya berita bahwa semua bahan pengawet berbahaya untuk kesehatan adalah bohong juga. Disitu dituliskan Mizone mengandung Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat yang merupakan bahan pengawet yang disetujui dan diatur penggunaannya lewat peraturan Menteri Kesehatan.
Iklan ini –meskipun terkesan terlambat- adalah jawaban atas isu bahan pengawet berbahaya yang menyerang Mizone serta mempengaruhi penjualan Mizone. Iklan versi yang mirip juga telah diperdengarkan di radio namun dengan versi “Nelayan Menikah dengan Putri Duyung”.
Yang menjadi perhatian saya bukanlah mengapa Mizone mengeluarkan seri iklan tersbut (termasuk berbagai aktifitas PR yang terkait), karena hal tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan untuk mengembalikan tingkat penjualannya. Namun bentuk iklan di Kompas itulah yang menarik perhatian saya, karena judul yang ditaruh di bagian navigasi merupakan cara unik untuk menarik perhatian pembaca. Di tengah bejibunnya iklan di berbagai media, memang cara-cara baru untuk menarik perhatian pembaca merupakan hal yang harus ditempuh agar mampu membuat iklan lebih tertancap di benak konsumen. Acungan jempol untuk tim kreatif iklan Mizone maupun kekuatan lobi dari media buyernya sehingga mendapat bentuk iklan yang unik. Mungkin bentuk iklan seperti itu juga akan diikuti oleh koran lain, termasuk korannya ndoro kakung.
Sayangnya langkah-langkah Mizone relatif terlambat dalam mengantisipasi isu bahan pengawet yang terlanjur menyebar dan menggerogoti pangsa pasarnya. Saya baru melihat kegiatan PR Mizone (antara lain melalui konferensi pers dan juga tampil di acara Empat Mata nya Tukul) untuk mengantisipasi isu negatif bahan pengawet itu setelah isu itu terlanjur menyebar luas. Kecepatan merupakan hal penting dalam mengantisipasi isu negatif yang menyerang produk kita sebelum persepsi negatif tertancap di benak konsumen. Sekali tercipta persepsi negatif, maka akan sulit menghapus secara tuntas.
What do you think ?
Posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
10:18 PM
14
comments