Dunia pendidikan juga merupakan bisnis yang menjanjikan, kampus2 saat ini berlomba menawarkan berbagai program yang menarik bagi para calon mahasiswa. Berbagai strategi dan taktik digelar oleh universitas2 sebagaimana layaknya sebuah entitas bisnis yang bersaing dalam era hiperkompetitif.
Believe it or not, aku baru saja menerima project dari salah satu universitas di Jakarta untuk mencarikan Direktur Program Pasca Sarjana !!!
See, bahkan mereka perlu meng-hire professional consultant/headhunter untuk mendapatkan "the right who" (meminjam istilahnya pak Budiman dari GarudaFood) . Dan, ofcourse, ini berarti universitas tersebut rela mengeluarkan budget yang tidak sedikit. Sebagai informasi, program pascasarjana mereka juga telah memiliki struktur manajemen bagaikan entitas bisnis profesional, seperti memiliki marketing communication manager.
So, what do you think ?
pictures taken from school-clip-art
posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
Semuanya Berawal Dari "The Right Who"
Thursday, November 23, 2006
Posted by
andri
at
3:44 PM
2
comments
"Orang Beton" di Indonesia Infrastructure 2006
Tuesday, November 07, 2006
Hari Jumat 3 November 2006, saya dapat undangan untuk mengikuti salah satu acara dalam rangkaian Indonesia Infrastructure 2006 di JHCC Senayan. Pada kesempatan itu, saya juga mampir di acara Exhibition dalam rangka Indonesia Infrastructure 2006 tersebut.
Disitu saya ketemu dengan salah satu cara attention grabber yang menarik dari salah satu stand pameran seperti terlihat dalam gambar. Perusahaan pipa beton berinisiatif membuat "orang beton" yang berjalan berkeliling arena pameran. Di "pipa beton" yang dia bawa tertulis nama perusahaan dan nomor standnya. Ide yang menarik bukan ?
posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
12:41 PM
7
comments
Microsoft Memperlebar Wilayah Perang
Tuesday, October 31, 2006
Microsoft rupanya tidak hanya puas dengan menguasai pasar Operating System dan Software Office di dunia, buktinya Microsoft terus menerus memperlebar kekuasaannya. Setelah menantang Sony dan Nintendo di pasar game console melalui XBOX, Microsoft mencoba menantang dominasi IPod dari Apple di pasar portable multimedia player dengan meluncurkan Zune. Fitur-fitur perbandingan Zune ini bisa diperbandingkan dengan IPod, fitur lengkap dari Zune bisa dicek disini.
Rupanya Microsoft memang menyadari bahwa market leader tidak boleh terlena pada comfort zone, market leader harus terus berinovasi dan membuka berbagai opportunity baru. Kalau dahulu Bill Gates pernah berambisi untuk menyebarkan PC di setiap rumah dan di setiap PC tersebut ada Windowsnya, mungkin saat ini ambisinya adalah Microsoft mendominasi pada semua jenis gadget.
So what do you think ?
posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
5:56 PM
10
comments
Efektifkah Beriklan di Media Komunitas Wilayah ?


Saat ini bermunculan banyak media komunitas untuk wilayah tertentu, misalnya untuk wilayah : Pondok Indah, Cibubur, Kedoya, Puri Indah, dll. Media itu umumnya berbentuk majalah yang didistribusikan ke rumah, toko, dan kantor di wilayah tersebut. Majalah itu umumnya disebarkan secara gratis. Rumah saya di daerah Cibubur saja saat ini mendapat 3 majalah komunitas yang gratis tiap bulannya, yaitu Cibubur.Com, Cibubur AdInfo, dan Preview.
Seperti majalah gratis lainnya, majalah komunitas itu juga hidup dari iklan. Pertanyaannya, apakah efektif beriklan di media komunitas wilayah itu ?
Dari sudut pengalaman pribadi saya sebagai salah satu pembaca, majalah gratis itu cukup membantu dalam mencari informasi tentang barang atau jasa yang bisa didapatkan di sekitar tempat tinggal kita. Misalnya, bila ingin mencari laundry, penjahit, toko bangunan, tempat makan, jasa video editing, hingga tempat kursus. Jadi tidak perlu repot-repot mencari hingga di luar wilayah sendiri. Selain itu, informasi event yang digelar di mal/plaza atau tempat-tempat lain juga cukup bermanfaat, terutama event-event yang digelar di waktu weekend.
Melihat hal tersebut, kiranya beriklan di majalah gratis cukup bermanfaat bagi para pebisnis yang menjalankan usahanya di daerah tersebut, khususnya sangat bermanfaat bagi UKM karena budgetnya yang kecil dan cukup efektif "menembak" target marketnya. Selain itu, memasang iklan di media komunitas wilayah juga cukup efektif bagi produk dan jasa yang memiliki target market SES A dan B, karena biasanya distribusi media komunitas dititikberatkan pada perumahan kelas menengah hingga atas.
So what do you think ?
photo taken from here and here
posted by : Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
8:50 AM
3
comments
Komunitas Sebagai Target Aktifitas Marketing
Wednesday, October 11, 2006
Manusia adalah makhluk sosial, sehingga manusia telah selalu dan akan memerlukan interaksi dengan manusia yang lain. Karena perlunya untuk berinteraksi itulah maka terciptalah berbagai komunitas yang umumnya terbentuk karena adanya kesamaan antar anggotanya. Kesamaan itu bisa berupa kesamaan tempat tinggal, pekerjaan, minat, pendidikan, dan lain sebagainya. Kita bisa melihat adanya komunitas mulai dari sekitar kita, seperti terbentuknya RT/ Rukun Tetangga, Fans Club Artis, Kelompok Pengajian, Arisan, Klub Pengguna Motor Merek Tertentu, Ikatan Profesional Tertentu, dan lain-lain.
Selanjutnya adalah tugas para marketer untuk membidik komunitas mana yang menjadi target market mereka, lalu menciptakan aktifitas marketing yang sesuai dengan targetnya. Contohnya apabila produk yang dijual adalah produk gadget premium, maka bisa memanfaatkan gathering para eksekutif ataupun mailing list pecinta gadget untuk menyebarkan informasi produknya, atau bahkan memberikan sample produknya untuk dicoba oleh mereka. Ataupun contoh yang lain adalah bila ada pembukaan restoran baru, maka bisa mengundang komunitas pencinta kuliner untuk mencoba restoran baru. Dari situ diharapkan dapat menyebar rekomendasi positif tentang produk atau jasa yang ditawarkan oleh marketer.
Posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
Posted by
andri
at
9:01 AM
1 comments
LG Chocolate yang tidak berwarna cokelat
Monday, October 02, 2006
Rekan-rekan sudah melihat LG Chocolate kan ? LG Chocolate yang didesain cukup menarik itu disiapkan sebagai pengangkat image LG, karena tidak seperti Samsung, LG belum berhasil menjadi brand handphone yang diperhitungkan di Indonesia. Harapannya sih LG Chocolate ini mampu menarik minat konsumen dan mengangkat pamor handphone LG secara keseluruhan. Namun menariknya LG Chocolate tidak berwarna cokelat ! Bahkan LG tidak akan mengeluarkan LG Chocolate warna cokelat. Suatu langkah yang menarik, saya jadi inget katanya bos sumarketer, kalo Blue Bird udah bener2 eksis jadi sebuah brand, harusnya warna taksi Blue Bird tidak hanya biru !
so what do you think ?
Update :
ada tambahan dari bang enda di milis marketing-club seperti dibawah ini :
Chocolate kan artinya bukan warna coklat. Dalam bahasa Inggris warna coklat adalah BROWN. Definisi chocolate adalah: choc·o·late (chô'kə-lĭt, chôk'lĭt, chŏk'-) pronunciation n. 1. Fermented, roasted, shelled, and ground cacao seeds, often combined with a sweetener or flavoring agent. 2. A beverage made by mixing water or milk with chocolate. 3. A small, chocolate-covered candy with a hard or soft center. 4. A grayish to deep reddish brown to deep grayish brown. adj. 1. Made or flavored with chocolate: chocolate pudding. 2. Of a grayish to deep reddish brown to deep grayish brown.
btw, maksudku juga bukan chocolate yang artinya brown, tapi chocolate yang identik dengan warna cokelat :-) Anyway, thanks a lot buat tambahan informasinya
Baca artikel ini selengkapnya ...
Posted by
andri
at
1:28 PM
6
comments
J.CO Mulai Beriklan Di Koran
Monday, September 25, 2006
Ada hal baru yang saya lihat di Kompas edisi Sabtu 23 September 2006, disitulah saya pertama kali melihat iklan / newspaper-ad dari J.CO Donuts. Sebagian orang mungkin bertanya-tanya : Bukannya J.Co sudah terkenal dan itu adalah hasil iklan ? Setahu saya sebelum ini J.CO belum pernah memasang iklan di koran atau majalah (apalagi TV ). Tapi J.CO secara cerdik memanfaatkan kegiatan Public Relation (PR) dan word of mouth. Sebagai gerai donat premium pertama yang ada di Indonesia, maka J.CO telah menciptakan pemberitaan luar biasa dengan diferensiasi rasa, harga, dan suasana gerainya, serta antrian calon pembelinya. Hal itu menjadi bahan pemberitaan media yang menjadi bahan PR bagi J.CO. , sehingga J.CO tidak perlu memasang iklan untuk mendapatkan exposure dari media.
Namun, kehadiran Krispy Kreme sebagai kompetitor tentu saja harus merubah cara J.Co dalam melakukan aktifitas marketing communication. Krispy Kreme ( K.K ) memanfaatkan cara berkomunikasi yang sama dengan J.CO, KK memanfaatkan word of mouth dan juga PR, seperti acara pembukaan gerai pertamanya di Pondok Indah yang menciptakan antrian yang luar biasa panjang. Nah, J.CO sebagai market leader dan pemain pertama memang seharusnya mengantisipasi dengan memanfaatkan media komunikasi yang belum dipakai oleh kompetitor. Jadi saya rasa langkah J.CO sudah benar, J.CO harus beriklan sebelum KK beriklan. Karena being first in the mind and the market adalah hal yang cukup penting. Selain itu langkah beriklan juga antisipasi / mem-block langkah kompetitor dalam memanfaatkan media komunikasi.
Selain itu, J.CO juga mulai melebarkan sayap dengan membuka gerai di berbagai kota lain selain Jakarta, yaitu di Bandung, Surabaya, dan Makassar. Selain itu mereka juga akan segera membuka gerai di Bogor, Pekanbaru, Batam, Bali, dan Medan. Sehingga penggunaan media nasional sudah tepat dan sesuai dengan image premium dari J.CO. So, what do you think ?
photo taken from www.jcodonuts.com
posted by Andrias Ekoyuono
Posted by
andri
at
8:43 AM
3
comments