Mau Dibawa Kemana Personal Brand Roy Suryo ?

Thursday, August 09, 2007

Roy Suryo, sebuah nama yang selalu menjadi kontroversi. Akhir-akhir ini kembali jadi bahan berita karena "penemuan" lagu Indonesia Raya versi 3 stanza, sehingga menuai berbagai tanggapan dari berbagai pihak termasuk wakil presiden, anggota, DPR, lembaga arsip nasional, hingga para seleb blogger seperti ndorokakung dan priyadi.

Dari sisi marketing, terutama personal branding, saya analisa ada beberapa positioning dari Roy Suryo di masyarakat. Di kalangan masyarakat umum mungkin dia terkenal sebagai "Pakar Telematika", "Pakar Multimedia" atau "Pakar IT". Di kalangan selebritis dan infotainment mungkin dia dikenal sebagai "Pakar Pembeda Foto Asli atau Rekayasa". Beda pula positioning Roy Suryo di mata penggiat dunia IT ataupun di kalangan blogger. Personal branding seperti ini sepertinya kurang sesuai dengan tulisan saya sebelumnya tentang Personal Branding.

Menurut rekan-rekan, apakah positioning Roy Suryo di mata anda ?

Btw, ada yang tertarik menemukan lagu "Kucing Garong" versi 3 stanza ?

posted by Andrias Ekoyuono ( andri ) picture taken from here

18 comments:

Ahmad Simanjuntak said...

Dimata saya, Roy Suryo orang yang suka cari muka. Mungkin karena saya cukup sering berhadapan dengan tipe orang seperti ini...

venus said...

hahaha...criminal cat 3 stanza, video aslinya ada di server belanda, mas. coba kita cek dulu metadatanya, asli apa enggak ... *ngakak*

Hi, roy!!

Street Marketer said...

Inilah content is only basic dan context adalah segalanya. Tidak perduli produk itu hanyalah follower bahkan sudah "basi" kalau context (how to offer) nya cerdas... it will work.

Sama dengan kasusnya Roy, meski kita tahu video itu sudah lama ngendon di youtube.com, tapi dengan cerdas dan embel2 PAKAR TELEK MATIO.. eh maksudnya telematika, Roy bisa meng-hipnotis beberapa kalangan bahwa ini temuan hebat. (herannya banyak juga artis dan anggota dewan yg terpesona hehehehe

http://www.bincangpemasaran.net

Luthfi said...

:-)

andri said...

#ahmad simanjuntak
cari muka itu positioning bukan ya ? hehehehe

#venus
wakakakaa, pake metadata juga ya

#street marketer
brarti pake kecerdasan "how to offer",mmm boleh juga

#luthfi
:-)

m lim said...

wah, pak Roy Suryo itu mencuri copyright saya. waktu saya umur 5 tahun saya sudah tahu kalau Indonesia Raya itu 3 stanza. ya tapi saya juga tahu-nya dari mencuri tahu...:p

kw said...

sering kok aku nyanyiin di karaokean. eniwe salam wcc :)

nukman said...

Peluang:
media kekurangan narasumber yang ramah dan dianggap paham mengenai IT. Sulit sekali mencari pakar IT yang bisa bicara dengan bahasa publik. Mereka yang pintar IT biasannya ndak bisa atau enggan bicara. Mereka juga biasanya enggan bersentuhan dengan media.

Peluang personal brand:
Maka siapapun yang bisa ramah dengan media, memiliki kemampuan berbahasa sesuai dengan tataran publik, ia akan dijadikan nara sumber IT oleh media. Apalagi jika ia dianggap menguasai banyak hal di IT.

Munculnya brand Roy:
Roy mengisi kebutuhan itu.

Masa depan brand Roy:
Selama tidak ada orang IT yang ramah media dan bersedia menjadi narasumber yang aktif, brand Roy akan terus bertahan, meski ia melakukan beberapa kesalahan.

andri said...

#m lim
makanya segera bikin jumpa pers tandingan dong :-D

#kw
salam wcc juga !

#nukman
kalo saya bisa ngisi lowongan itu ndak ya pak ? *narsis*

nukman said...

Mestinya bisa. wong mas Andri itu paham IT, marketing dan komunikasi. Cuma kurang nekad saja mas.

catur pw said...

Setuju mas Andri jadi Pakar IT tandingan Roy Suryo, lha wong secara online, personal branding mas Andri sudah mencerminkan pakar IT ko ;)

m lim said...

oh btw, lupa bilang...thanks u/ singgah di blog saya tempo hari dan salam kenal ya..

salam juga untuk Roy Suryo.. haha.

mer

Anonymous said...

Indonesia Raya 3 stanza? tahun 1979 semasa kelas 1 SD, saya sudah tahu. lha wong ada di buku teksnya anak2 SD jaman dulu.
Tunggu saja masa kejatuhan Roy Suryo yg gila popularitas

andri said...

#nukman
masalahnya saya bukan pakar IT pak meskipun lulusan ilmu komputer, hehe

#catur pw
gimana kalau saya jadi pakar kuliner saja ? :-D

#m lim
thanks juga dah mampir

#anonymous
iya tuh, sebenarnya kan udah kita tau sejak lama

Yasha Chatab said...

Selain Roy Suryo 'ramah media' dan tentunya 'sadar media', dia figur yg digemari orang2 yg awam terhadap IT.

Seorang tokoh yg sopan, ramah, knowledgable (bagi org awam), dan terpercaya.

Opportunity nya ada, dan kenapa tidak diambil?

Saya setuju dgn Pak Nukman.

Utk orang media, mencari narasumber itu pun susah, dan bila dia senantiasa bersedia, ya jadilah dia menjadi pakar: foto asli/tidak, CCTV, radar, dll.

Besides, saya yakin sebagian besar masyarakat Indonesia belum tau Wikipedia itu apa... ha ha ha

Dony Alfan said...

Pembenci blogger, mungkin...

Cak joyo said...

boleh tahu ndak ...siapa seh roy suryo itu yg sedang dibicarakan ini?

saya kenalnya cma kang suryo tonggo kampong yg kerjanya jadi petani... lha kalau roy taunya itu nama temen sekolah saya waktu sma... wong kota jadi namanya agak keren roy.... maklum mas wong ndeso, wong biasa2....hii.. cak joyo

edo said...

saya sing nyengir aja ketika saya dan teman-teman dibilang "tukang kebun" oleh KMRT :). hanya akan mempertegas posisinya saja.
akan tetapi, kita harus fair dalam menilai. inilah masyarakat kita yang masih sangat terpengaruh brand, dan memposisikan kualitas di akhir. dan ini menjadi power tersendiri bagi para merketer.
mungkin tidak ada salahnya kita memikirkan, kenapa tokoh2 IT kita yang lain tidak bisa populer? ada baiknya kita sama2 self correction.
ada pameo, yang mengatakan kenapa ICT tidak berkembang di Indonesia. karena orang ICT banyak yang tidak faham regulasi, politik, market, etc. sedangkan orang market, politisi dan regulator tidak faham ICT :)
so, terlepas atas kontroversi capability beliau dimata para teknolog ICT, KMRT at least membuat ICT lebih membumi yang juga menguntungkan para pemain ICT.
semoga kedepan akan lebih banyak pemain ICT yang benar-benar memahami teknis dengan amat sangat yang mampu membranding dirinya.

salam kenal mas andrias