Softex Menggeliat

Monday, April 17, 2006

Softex rupanya benar2 all out untuk fight merebut kembali tahta penguasa sanitary napkins, mengingat brand Softex sempat menjadi brand generik untuk sanitary napkins. Pergerakannya mulai dari pemilihan 3 D'girlz Softex dengan masing2 gadis merupakan representasi karakter target konsumennya (tentu saja inline dengan variannya), bikin basket ke sekolah2, sponsor konser musik, dan juga ADA band dengan lagunya. Mereka bahkan juga buat film bioskop dengan judul "D'girlz begins" dengan bintang 3 D'Girlz Softex.

Langkah Softex memang benar all out, selain salah satu faktornya adalah hadirnya pak Rudolf Tjandra yang bekas orang Sampoerna dan membawa marketing style dari rokok ke Softex, juga adalah faktor willingness dari brand owner untuk mau mengucurkan dana yang ruar biasa besar.Mungkin para ownernya juga sudah sadar bahwa untuk pengguna sanitary napkins yang sudah dewasa memang sulit digeser dari brand kepercayaannya serta Softex sudah cukup kuat awarenessnya di kalangan konsumen dewasa , makanya Softex gempur habis2 an di segmen teen yang diharapkan akan menjadi konsumen loyal. Soalnya di teen sepertinya goyangan Kotex juga cukup kuat,setelah melakukan pemilihan Cwex Kotex,para pemenangnya di 3 kota terus menerus diajak untuk melakukan kegiatan BTL, dengar2 pelan2 market sharenya juga naik. Laurier - sang market leader- sepertinya juga sempat bereaksi dengan bikin semacam pemilihan icon, tapi gaungnya seperti tertelan oleh sepak terjang Softex dan Kotex.

any komen...

posted by : andrias ekoyuono ( andri )

15 comments:

Anonymous said...

Wuahhhh, postingannya Softex.. hehe..

*kaburrrrrrrrrr*

Anonymous said...

Ndre.. cuma mau bilang makasih aja buat penguatannya.. Hal itu saat ini sangat berarti banget buat aku..

Makasih ya..

Anonymous said...

Apapun dan bagaimanapun aku lihat proses dan progress brand rejuvenationnya softex adalah an interesting phenomena..terakhir di seminarnya pak hermawan beliau juga menyinggung dan memuji gebrakan softex...yang menarik buat aku adalah karena apa yang dilakukan softex sepertinya create a new rule of competing di industri tsb yang hingga kina masih belum ditanggapi dengan baik oleh kompetitornya..any comment

Anonymous said...

iya neh aku juga penasaran banget dengan geliatnya softex...IBBA thn keamrin hanya menempatkan softex di no 4, thn ini udah no 2 dan katanya gain indexnya terbesar di industrinya...no denying dari segi noise softex gaungnya udah ngeleatin semua lawannya..bukan karena budgetnya lebih gede tapi karena approachnya berbeda..kapan ada seminar yang ngebahas ini neh?

Anonymous said...

today i saw ADA Band in hypermart karawaci selling softex!!! what a view..this was the 1st time i saw thriving artists colaborating with a specific brand this way...Awesome! Cant wait to see what will come next from the softex marketing team.

Anonymous said...

emang sih ngeliat geliatnya softex bikin kita marketer jadi penasaran..semua kompetitornya ngomongin produk tapi softex bener bener membangun brand..tvc terbarunya yang involved pembalap bagus banget...

Anonymous said...

lihat iklan laurier yang menyatakan: laurier no 1 di indonesia? jawaban nya softex harusnya ' we are no 2 that's why we have to be smarter' ....

Anonymous said...

Yang lebih impressive lagi gebrakannya softex indonesia dalam memangae brand sweety diapernya..any comment..

Anonymous said...

eh softex bikin gempar lagi tuh..hari ini di jakarta theatre ada press conferencenya Softex V Class sponsorin film nya Rudy Sujarwo: In the Name of Love...Softex V Class poduk super premiumnya Softex katanya..

Anonymous said...

eh softex bikin gempar lagi tuh..hari ini di jakarta theatre ada press conferencenya Softex V Class sponsorin film nya Rudy Sujarwo: In the Name of Love...Softex V Class poduk super premiumnya Softex katanya..

Anonymous said...

Sejak lama memang Rudi memimpikan figur Roy Marten, Christine Hakim, dan Tutie Kirana, bermain dalam film yang disutradarainya. Rudi mengakui mereka merupakan bintang-bintang yang punya reputasi luar biasa di dunia perfilman nasional.

Diproduksi PT Valian Circle Production dan Softex V Class, In The Name Of Love, film layar lebar yang dijadwalkan beredar secara nasional mulai 10 April 2008 itu memang didukung beberapa nama-nama besar. Selain Roy, Christine, dan Tutie, musik ilustrasi dan scoring-nya digarap Addie MS, pemimpin Twilight Orchestra.

Anonymous said...

Sejak lama memang Rudi memimpikan figur Roy Marten, Christine Hakim, dan Tutie Kirana, bermain dalam film yang disutradarainya. Rudi mengakui mereka merupakan bintang-bintang yang punya reputasi luar biasa di dunia perfilman nasional.

Diproduksi PT Valian Circle Production dan Softex V Class, In The Name Of Love, film layar lebar yang dijadwalkan beredar secara nasional mulai 10 April 2008 itu memang didukung beberapa nama-nama besar. Selain Roy, Christine, dan Tutie, musik ilustrasi dan scoring-nya digarap Addie MS, pemimpin Twilight Orchestra.

andri said...

#anonymous

sepertinya mengamati sekali gerak softex :-)
untuk film, saya rasa itu tidak lagi menjadi barang yang terlalu heboh, karena sudah beberapa brand lain yang mengimplementasikannya. Yang penting adalah product placement yang tepat di film itu

Anonymous said...

Softex memang menarik untuk dinote karena tidak banyak brand tenggelam yang berhasil bangkit kembali dalam waktu begitu singkat..berapa banyak diantara kita yang bisa claim bahwa kita berhasil membangun brand dengan status hampir DOA menjadi brand yang begitu vibrant dan hidup?!

Yang menarik lagi adalah di industri tersebut hanya softex, sweety, softlove lah yang menjual lifestyle daripada sekedar produk..untuk saya itu adalah brand management sebenarnya vs product management

Anonymous said...

mau nanya aja,yg dilakukan softex tergolong repositioning tidak ya?