Corporate Culture dan Cultural Intelligence

Friday, September 15, 2006


Hari Kamis 14 September 2006 kemarin, saya datang di acara seminar di Grand Hyatt Hotel. Seminar itu diselenggarakan oleh UPH yang menjalin kerjasama dengan NUS School of Business. Seminar itu sendiri berlangsung dengan dua pembicara yaitu Dr. AB Susanto (Jakarta Consulting Group) dan Prof. Christopher Earley (Dean, NUS School of Business).

Dr. AB Susanto memberikan tema "Becoming A World-Class Company Through Strong Corporate Culture". Disitu dijelaskan bahwa World Class Company (WCC) secara organisasi memiliki superior business performance dan dapat survive and grow. Untuk menjadi WCC ini tidak harus memiliki organisasi yang besar dan karyawan yang banyak, namun WCC adalah perusahaan yang bisa memanfaatkan 3C assets (Concepts, Competence, and Connections). Untuk menjadi WCC diperlukan syarat-syarat yaitu : financial, well developed HR, technology utilization, business network, dan strategic information. Namun syarat-syarat itu harus ditumbuhkan di lahan yang subur yang berupa good corporate culture.

Sementara pembicara yang kedua adalah Prof. Christopher Earley, berbicara tentang "Cultural Intelligence". Prof Earley menyampaikan materi tersebut dengan menarik dan komunikatif, Prof Earley ini pulalah yang bersama Elaine Mosakowski menulis tentang Cultural Intelligence di Harvard Business Review edisi Oktober 2004. Pada dasarnya Cultural Intelligence adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan budaya baru. Kemampuan beradaptasi bukan berarti seseorang mesti bertingkah laku seperti orang asli negara teresebut, tapi kemampuan dia untuk bertingkah laku seperti apa yang orang asli negara tersebut harapkan. Cultural Intelligence memiliki tiga bagian yaitu The Head, The Heart, dan The Body.
  • The Head adalah "Thinking" --> Do I understand what is happening and can I figure out how toleran about new cultures ?
  • The Heart adalah "Energizing" --> Am I motivated to act ?
  • The Body adalah "Acting" --> Can I respond appropriately and effectively ?
Dari paparan dua pembicara tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor culture juga berpengaruh penting bagi suksesnya perusahaan maupun individu

posted by Andrias Ekoyuono ( andri )

4 comments:

Bunyamin Najmi said...

Andri, itu seminar kayaknya bagus banget materinya. Salam kenal

hadik said...

wah ini penting buat buruh kayak saya ini...ada e-booknya?lha mbok saya dikasih...

pembaca rantau said...

top tenan ... nganti aku bingung ... :(

snydez said...

*belom menejer...
jadi gak begitu ngerti :) :P