Karena Jualan Saja Tidak (Lagi) Cukup

Tuesday, January 22, 2008

Dahulu, urusan perusahaan elektronik dalam penjualan barang elektronik sangatlah simpel, cukup disediakan di toko lalu barang dibeli, habis perkara. Kemudian tuntutan konsumen mulai berkembang, sehingga perusahaan elektronik dituntut menyediakan after sales service, terutama menyangkut kemudahan mendapatkan dukungan dalam perbaikan barang yang rusak. Perusahaan elektronik lalu bersusah payah menyediakan jaringan service di berbagai kota, itupun dituntuk menyediakan layanan yang prima, karena konsumen makin kritis serta makin mudah menyalurkan keluhan melalui media seperti koran dan blog.

Apakah bila menyediakan jaringan service yang prima sudah cukup ? Tentu saja tidak. Di saat principal elektronik rata-rata sudah memiliki jaringan service, lalu apa lagi yang bisa diberikan ? Bagaimana cara menciptakan konsumen yang loyal ?

Membangun komunitas adalah cara yang ideal dalam menciptakan interaksi antar konsumen dan produsen juga antara konsumen dengan konsumen lain. Apalagi bila dari interaksi itu memberikan manfaat yang nyata bagi konsumen. Sehingga konsumen akan lebih loyal terhadap produk. Apa yang dilakukan Sharp dengan Sharp Cooking Club ini bisa ditiru. Dukungan club seperti inilah yang dicari oleh para pembeli alat-alat dapur (kitchen appliances) Sharp dalam memanfaatkan alat yang dibelinya. Yang menarik dari Sharp Cooking Club ini dibanding komunitas-komunitas merk yang lain adalah inisiatif pemilik brand yang sangat kuat serta bentuk kegiatannya yang benar-benar mencerminkan apa yang dibutuhkan oleh konsumennya. Uniknya pula, program mereka bisa mengakomodir berbagai level pengguna, dari pemula hingga expert chef. Salut untuk Sharp Indonesia !

Ada yang lain ?

posted by Andrias Ekoyuono ( andri )
for Inspirasi dan Studi Kasus Marketing Indonesia

picture taken from here

4 comments:

LiSan Skywalker said...

Setuju, kalo cuma jualan beberapa juga bisa. Pengusaha harus kreatif dan peka akan konsumen...

Jiewa said...

Banyak penjual yg menganggap hubungan selesai setelah transaksi, tapi bagi pembeli.. justru hubungan baru saja dimulai. Nah, sisi ini yg bisa digali buat meningkatkan customer loyalty.

(ini bukan kata2 saya, nyontek James Gwee)

Kampret Nyasar said...

Loyalty is beyond sales.. and brand awareness and brand loyalty is one of the key reasons manufacturers or brands are aiming high for groups of loyal consumers = guaranteed minimum /base revenue.

There are gimmicks often thrown, online communities, and other off-air or associations are made providing value-added stuffs - aiming to boost customer's confidence to the brand.

Frequent flyer programme like EmiratesHighstreet.com and/or skywards.com and the likes are aimed to keep consumer happy and stay with the brand and continue using the service.. and it mainly works! ;-)

Example? I am one of them loyal to this brand, as it gives me more than just the product/service.

andika dj said...

di bukunya radical marketing pola seperti ini juga dibahas... seperti harley davidson yang memanfaatkan komunitas. Juga dengan bahasa saya barangkali... salah satu dari bentuk Brand Activation yang bagus....